
Bacaan I ; Dan. 7:13-14; Bacaan II.; Why. 1:5-8; Bacaan Injil. Yoh. 18:33b-37.
HIDUP SEBAGAI ORANG BENAR
Hidup sebagai orang benar dan jujur, kadang menuai tantangan yang tidak sedikit dari tempat di mana orang benar dan jujur itu bekerja atau tinggal. Tantangan itu akan semakin berat bila orang jujur dan benar itu tinggal diantara orang-orang yang jahat, atau lingkungan koruptif. Mengapa demikian? Karena mereka tidak tahan terhadap terang kebenaran dari orang benar yang sekaligus menelanjangi dosa-dosa mereka.
Hal sama terjadi pada Yesus sebagai orang benar dari Allah. Ia mendapat tantangan dari para pemuka agama Yahudi karena kerajaan Allah yang Ia wartakan justru menelanjangi kedosaan mereka. Salain itu konsep kerajaan Allah-Nya Yesus tidak sesuai dengan harapan mereka. Kerajaan Allah menurut orang Yahudi adalah sebuah kerajaan dunia yang dijalankan oleh seorang raja yang berkuasa seperti raja-raja dunia lainnya. Sebuah kerajaan yang dapat membebaskan orang-orang Yahudi dari penjajahan bangsa Romawi. Tapi tidak demikian kerajaan Allah-Nya Yesus. Lewat bacaan injil hari ini kita dicerahkan oleh Yesus bahwa "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini”. Artinya kerajaan yang diwartakan Yesus beda dengan kerajaan-kerajaan dunia. Lalu apa model kerajaan Allah itu? Dialog Pilatus - Yesus selanjutnya memberi kita suatu pemahaman baru bahwa, Yesus adalah Raja. Hal ini dikatakan oleh Pilatus dan juga diakui oleh Yesus (“…Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini…” (Yoh 18: 37). Selanjutnya Yesus menyampaikan bahwa misi perutusan-Nya adalah untuk memberi kesaksian tentang kebenaran, dan ia memastikan bahwa orang-orang yang berasal dari kebenaran akan mendengarkan suara-Nya. Jadi, kerajaan Allah itu adalah pemerintahan Allah atas ciptaan-Nya, di mana Ia menunjukkan kedaulatan dan kekuasaan-Nya atas segala ciptaan. Kedaulatan dan kekuasaan Allah itu nyata dalam perbuatan-perbuatan kasih yang ditunjukkan Yesus dalam pewartaan-Nya setiap hari. Tugas manusia adalah pasrah dan mengikuti Yesus sebagai model kebenaran kerajaan Allah. Dan supaya kita layak mengikuti Yesus Raja Semesta Alam itu maka kita perlu bertobat dan bersedia dilahirkan kembali seperti kata Yesus kepada Nikodemus.
Mari, di hari pesta Kristus Raja Semesta Alam ini kita membarui diri, supaya bisa dilahirkan Kembali sehingga mampu hidup sebagai orang benar di dalam kerajaan Allah. [LN]




