
Bacaan I. Yes. 50:5-9a; Bacaan II. Yak. 2:14-18; Bacaan Injil. Mrk. 8:27-35.
Salib Suci yang menebus dunia
“In Exaltatione Sanctae Crucis” dirayakan tiap tahun pada tanggal 14 September.
Sejarah mencatat dari ditemukannya salib asli Kristus oleh Santa Helena, ibu Kaisar Romawi Konstantin, dan Santa Helena yang mengawali tradisi perayaan ini, Santa Helena mendirikan basilica di atas Makam Kudus Kristus di Yerusalem
Perayaan ini merupakan ungkapan iman Gereja terhadap Salib Yesus, Salib yang tidak lagi menjadi tanda keaiban, tapi sebaliknya menjadi tanda keajaiban kasih Allah yang menyelamatkan. Salib bukanlah tanda kelemahan Allah, namun sebaliknya, sebagai kekuatan Allah untuk mengasihi dan mengampuni
Yesus Kristus yang disalib walaupun adalah rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan. Sebaliknya Yesus dalam peristiwa Salib mengambil rupa seorang abdi, dan mengosongkan diri menjadi sama dengan manusia.
Kita hendaknya pandai menggali kekayaan iman ini, seperti para santo atau santa yang memproklamasikan Salib Yesus Kristus, sebagai misteri kasih Allah yang membawa kehidupan kekal bagi kita manusia.
St Ignatius Loyola (1491-1556) banyak memberikan insiprasi spiritual lewat ungkapannya “Tak ada yang lebih baik untuk mengobarkan api cinta Tuhan selain kayu salib”, sebuah obsesi Santo Ignatius Loyola untuk merendah diri dari kesombongannya dengan mentransformasikan prioritas hidupnya bagi kepentingan umat manusia menuju surgawi. Santo Ignatius Loyola telah menempuh jalan salibnya dari kejatuhan sebagai kesatria duniawi yang berbakat, namun dia menempuh jalan salib untuk menuju kebangkitan surgawi bagi dunia dengan menjadi abdi Allah lewat wadah Serikat Jesus yang digagasnya
Dan akhirnya kita boleh mengingat ajakan Santo Fransiskus dari Asisi, “Kami menyembah Engkau, ya Kristus dan memuji-Mu, sebab dengan Salib Suci-Mu Engkau telah menebus dunia”
Semoga dengan bimbingan Roh Kudus. Kita semakin menghayati dalamnya makna Tanda Salib Yesus.
By : Inigo Roesli




