
Bacaan I : Yeh. 2:2-5; Bacaan II : 2Kor. 12:7-10; Bacaan Injil : Mrk. 6:1-6.
KEKUATAN KEPERCAYAAN
Bacaan injil hari ini menceriterakan tentang “Yesus membangkitkan putri Yairus”. Yesus 3 kali membangkitkan orang mati : 1) Putri Yairus yang baru saja meninggal (Mrk 5:21-43); 2) Anak muda di kota Nain yang sedang diusung ke pekuburan (Lk 7:11-17); 3) Lazarus yang sudah 4 hari di dalam kubur (Yoh 11:1-44). Ada beberapa hal menarik dari ceritera kebangkitan ini. Yairus adalah Kepala Rumah Ibadah, sebuah posisi yang cukup mulia. Demi kesembuhan anaknya, dia mau menemui Yesus dan 'tersungkur' di depan kakiNya. Tanpa berkata sepatah katapun, Yesus memenuhi permintaan Yairus. Yesus tidak “banyak janji”, tetapi “tindakanNya membuktikan hal itu”. Di tengah jalan, mereka mendapat berita bahwa putri Yairus meninggal. Tentu saja Yairus sangat terpukul. Usahanya nampak sia-sia. Tapi Yesus mengatakan : “Jangan takut, percayalah”. Kepada mereka yang menangis, Yesus bersabda : “Anak itu tidak mati, tetapi tidur”. Dan benar, setelah Yesus mengucapkan “Talitakum” (bangunlah!), putri Yairus bangkit kembali! Apa pesan yang dapat kita ambil dari ceritera kebangkitan ini ? Pertama, Yairus adalah sosok orangtua yang penuh tanggungjawab dan penuh iman. Dia mengusahakan segala macam cara, agar anaknya bisa sembuh. Mungkin dia sudah kemana-mana mencari obat bahkan dukun, tapi sia-sia. Akhirnya dia menemui Yesus. Dan tidak tanggung-tanggung, Yairus 'tersungkur' di kaki Yesus sambil memohon. Tersungkur adalah sebuah sikap merendahkan diri, pasrah dan tidak berdaya. Melihat sikap dan kepercayaan Yairus,Yesus datang ke rumahnya. Yairus menjadi model bagi semua orangtua yang penuh tanggungjawab. Kedua, Yesus memberi lebih besar daripada yang diminta. Yairus hanya meminta anaknya disembuhkan. “Datanglah dan letakkan tanganMu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup” (ayat 23). Ternyata Yesus bukan saja menyembuhkan, tapi “membangkitkannya”, menghidupkannya ! “Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!” (ayat 42). Inilah pahala yang diterima oleh orang yang percaya. Dia bisa menerima hal-hal di luar permintaannya, di luar harapannya, di luar perkiraannya. Dan anugerah paling besar bagi orang yang percaya adalah "kehidupan kekal". Inilah buah dari kepercayaan kita. Ketiga, banyak orang di sekitar Yairus tidak percaya kepada Yesus. Mereka mengatakan “apa perlunya menyusahkan Guru?” (ayat 36), bahkan ada yang menertawakan Yesus (ayat 40). Tantangan dalam hidup beriman seringkali datang dari orang-orang di sekitar kita. "Melawan arus" untuk memperjuangkan nilai-nilai kebaikan, nilai-nilai Kristiani kadang tidak mudah. Seperti kata-kata Yesus kepada Yairus : "Jangan takut, percayalah!", demikian juga kata-kata peneguhan Yesus kepada kita. Dan kita yakin, bagi orang-orang yang percaya akan terjadi hal-hal yang luar biasa, di luar perkiraan kita. Inilah kekuatan kepercayaan (YS).




