
Bacaan I : Kis 2:1-11; Bacaan II: Gal. 5:16-25; Bacaan Injil: Yoh 15:26-27;16:12-15.
Roh Kebenaran
Ada tiga hari raya bangsa Israel yang wajib dilaksanakan di Bait Allah di Yerusalem yaitu Hari Raya Paskah, Hari Raya Pentakosta dan Hari Raya Pondok Daun. Salah satu peristiwa yang diperingati pada Hari Raya Pentakosta adalah hari diberikannya hukum Taurat kepada seluruh bangsa Israel yang berkumpul di Gunung Sinai.
Saat itu duabelas suku Israel berkumpul di kaki Gunung Sinai. TUHAN hadir dalam bentuk api sehingga Gunung Sinai tertutup oleh asap [Kel 19:18]. Bangsa Israel menerima dua loh batu yang berisi Hukum Allah. Ini menandai kelahiran sebuah bangsa yang baru keluar dari perbudakan di negeri Mesir. Namun peristiwa Gunung Sinai ini ternoda dengan pemberontakan sebagian orang Israel yang dikenal dengan peristiwa Anak Lembu Emas. Akibatnya tiga ribu orang mati dalam peristiwa itu [Kel 32:28]
Sementara pada Hari Pentakosta atau sepuluh hari setelah kenaikan Yesus, duabelas rasul berkumpul di Yerusalem. Kehadiran Allah direpresentasikan dalam bentuk lidah api [Kis2:3]. Jika bangsa Israel menerima Hukum Allah di Gunung Sinai maka para rasul menerima Roh Allah pada hari itu. Bila di Gunung Sinai ada pemberontakan yang menyebabkan tiga ribu orang binasa, di Yerusalem ada tigaribu orang menerima baptisan [Kis 2:41]. Hari itu merupakan penanda kelahiran Gereja.
Peristiwa turunnya Roh Kudus di Yerusalem merupakan penggenapan janji Yesus kepada murid-murid-Nya seperti yang dikisahkan bacaan Injil hari ini. Bahwa Roh Kebenaran akan bersaksi tentang Dia dan akan memimpin para murid ke dalam seluruh kebenaran. Siapakah Roh yang dimaksud oleh Yesus ini? Dalam percakapan dengan perempuan Samaria Yesus mengajarkan bahwa Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.[Yoh 4:24].
Dalam peringatan kelahiran Gereja ini marilah kita menyadari kembali bahwa Gereja yang satu,kudus, katolik dan apostolik berjalan mengarungi zaman berkat penyertaan Roh Kebenaran. Oleh karena itu sudah selayaknya kita sebagai bagian dari Gereja senantiasa hidup dalam kebenaran. [CT]




