
Bacaan I: Kis. 9:26-31; Bacaan II: 1 Yoh. 3:18-24; Bacaan Injil : Yoh. 15:1-8.
Hidup yang Berbuah
Anggur merupakan salah satu dari tujuh tanaman yang dapat tumbuh dengan baik di tanah Israel. Keenam tanaman lainnya adalah gandum, ara, jelai,kurma, delima, dan zaitun. Anggur merupakan bagian penting dalam kehidupan sosial ekonomi bangsa Israel sejak dulu kala. Dia adalah lambang utama berkat dan kekayaan. Anggur juga tidak dapat dipisahkan dari sejarah panjang keselamatan. Dalam kidungnya tentang kebun anggur [Yes5:1-7]. Nabi Yesaya menyebutkan bahwa ‘kebun anggur TUHAN semesta alam adalah kaum Israel’. Yesaya melukiskan bagaimana TUHAN merawat kebun anggur itu sedemikian rupa agar menghasilkan buah anggur yang baik.
Dalam Perjanjian Baru, penulis Injil Yohanes menempatkan kisah mujizat Tuhan Yesus yang pertama adalah mengubah air menjadi anggur. Dan anggur ini pula yang menjadi penawar dahaga dari Sang Juruselamat sebelum Dia mengucapkan “Sudah selesai” dan menyerahkan nyawaNya. [Yoh 19:30]
Bacaan Injil hari ini Tuhan Yesus bertutur mengenai perumpamaan pohon anggur yang dipakai untuk melukiskan hubungan antara diriNya dan para murid. Tuhan Yesus mengkiaskan dirinya sebagai “Pokok Anggur yang Benar” dan para murid adalah ranting-rantingNya. Sementara Bapa adalah pengusahanya. Ranting yang tidak berbuah akan dipotong sedangkan yang berbuah akan dibersihkan agar menghasilkan lebih banyak buah lagi. Pemeliharaan pohon anggur sudah dikenal baik oleh masyarakat pada zaman itu. Pembersihan kadang tampak begitu mencolok karena yang tertinggal hanya pokok anggur saja, sementara rantingnya dibuang semua. Pesan dari perikop ini sangat jelas sekaligus keras yaitu sebagai murid-murid Kristus haruslah menghasilkan buah.
Kisah Barnabas yang mendampingi Saulus dalam bacaan pertama merupakan teladan baik bagi hidup yang berbuah. Saulus yang bertobat tidak diterima oleh para murid saat hendak bergabung bersama mereka. Berkat Barnabas yang mendampingi dan meyakinkan para murid maka Saulus bisa diterima. Jika boleh berandai-andai, bagaimana perkembangan kekristenan tanpa peran dari Barnabas? Lalu seberapa susahnya agar hidup kita berbuah? Mungkin perkataan Tuhan Yesus ini akan membantu kita semua untuk berefleksi: “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” [Yoh 15:4] –CT




