
Bacaan I: 2Taw. 36:14-16,19-23; Bacaan II: Ef. 2:4-10; Bacaan Injil : Yoh. 3:14-21.
YESUS ADALAH TERANG KESELAMATAN KITA
Shadow (bayangan gelap) adalah salah satu aspek psikologis kepribadian yang dibahas secara khusus oleh psikolog Carl Gustave Jung. Jung berpendapat bahwa dalam kepribadian manusia ada sisi terang dan sisi gelap. Sisi terang adalah kualitas-kualitas positip dari kepribadian manusia, sedangkan Shadow atau kegelapan adalah kualitas-kualitas kepribadian yang tidak dikembangkan dengan baik dan sering mengganggu perkembangan manusia. Sepanjang kehidupan manusia akan ada pertentangan terus menerus antara sisi terang dan sisi gelap ini. Sisi gelap ini dalam dinamikanya akan berkembang ke arah yang positip asalkan diterima dan dilatih supaya berkembang menuju kepenuhan yang oleh Jung disebut Individuasi atau keperibadian yang seimbang, dawasa dan bijaksana.
Perjuangan jatuh-bangunnya umat Israel dalam mengikuti Yahwe adalah juga pertarungan antara terang dan gelap. Ada saat di mana mereka taat dan mengikuti Yahwe tetapi ada waktu di mana mereka melawan dan bahkan berbalik dari Allah, sebagaimana dikemukakan dalam bacaan pertama: mereka “berubah setia dengan mengikuti segala kekejian bangsa-bangsa lain.” (2 Taw 36: 14). Walau mereka melawan tetapi tetap ada pengharapan karena Allah tidak pernah meninggalkan mereka. Pada masa Musa, Tuhan memerintahkannya untuk membuat ular dari tembaga dan menaruhnya di atas sebuah tiang. Setiap orang yang dipagut ular-ular berbisa, bisa sembuh asal mereka memandang kepada ular tembaga itu. Analogi yang sama terjadi dengan Kristus, "Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.” (Yoh 3:14-15). Dan percaya kepada Kristus menurut Uskup Agung Pilarczyk dalam bukunya Beriman Katolik adalah melaksanakan sabda-Nya, menerima setiap anugerah cinta Tuhan dan mewujudkannya dalam setiap aspek kehidupan kita.
Di masa pra paskah ini, kita diajak untuk membaharui kualitas iman kepada Yesus juru selamat kita, mengembangkan kualitas positip kepribadian kita masing-masing sehingga mampu menjadi terang bagi orang di sekitar kita dan menikmati “kekayaan kasih karunia-Nya yang berlimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. (Ef 2:7). (LN)




