
Bacaan I: Kel. 22:21-27; Bacaan II: 1Tes. 1:5c-10; Bacaan Injil: Mat. 22:34-40.
Kasihi Tuhan Sepenuh Jiwa
Pada Pekan Keempat (Minggu terakhir) Oktober ini kita diajak untuk menyadari kembali ajaran utama yang disampaikan Tuhan kita Yesus Kristus: Cinta Kasih [Mat.22:34-40]. Itulah inti sari yang diajarkan dalam seluruh Kitab Taurat dan kitab para nabi. Kehadiran Yesus Sang Mesias menggenapi dan mewujudnyatakan semua itu.
Dalam suatu peristiwa Yesus kembali dicobai orang Farisi yang bersekongkol dengan kaum Saduki. Mereka mengajukan pertanyaan dengan tujuan seolah seperti ingin membangkitkan rasa permusuhan.
[Mat.22:36] "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"
Yesus dengan sangat cermat dan tepat menjawab pertanyaan itu dengan merangkum seluruh ajaran Taurat dan kitab para nabi.
[Mat.22:37] Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hokum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hokum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”
Apa yang diucapkan Yesus itu persis seperti tertulis dalam Kitab Ulangan 6:5 (Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu). Juga ada tertulis dalam Kitab Imamat 19:18 (Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah Tuhan).
Apa yang bisa dipetik sebagai bahan permenungan kita dari Sabda Yesus dalam bacaan Injil ini?
Tentu saja yang pertama, kita diingatkan lagi tentang prioritas hidup kita adalah mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi. Bukan hanya dengan teori dan kata-kata indah, tapi aksi nyata. Kedua mencintai dan mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri. Relasi kasih kita dengan Tuhan menjadi tolak ukur keharmonisan hubungan kita dengan sesama.
Sudahkah kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi? Sudahkah kita mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri?
Tuhan memberkati. (VH)




