
Bacaan I: Sir. 27:30—28:9; Bacaan II: Rm. 14:7-9; Bacaan Injil: Mat. 18:21-35.
MENGAMPUNI TANPA SYARAT DAN TANPA BATAS
Mengampuni adalah suatu proses psikologis dimana orang yang disakiti dapat mengendalikan emosi negatipnya sehingga mampu memaafkan orang yang bersalah kepadanya. Psikolog Roy Baumeister dalam penelitiannya menemukan bahwa ada dua dimensi penting dalam mengampuni, yaitu intrapsikis dan interpersonal. Intrapsikis adalah keadaan emosi, pikiran dan perilaku orang yang disakiti dan interpersonal menyangkut pemulihan hubungan baik dengan orang yang menyakiti. Atas dasar dua dimensi ini, ia lalu mengajukan empat level kualitas pengampunan seorang individu, antara lain: (1) No Forgiveness (tiada maaf bagimu) yaitu level paling bawah dimana korban masih sangat dendam, marah, benci dan kecewa, sehingga tidak ada pengampunan dan tidak ada pemulihan hubungan baik. (2) Hollow forgiveness yaitu level di mana korban masih menyimpan dendam dan benci tetapi secara verbal ia mengatakan telah memaafkan pelaku. (3) Silent forgiveness: Korban tidak lagi menyimpan amarah, dendam dan benci pada pelaku, tetapi dia tidak mengekspresikan pengampunan ini dan tidak ada pemulihan hubungan baik. (4) Total forgiveness yaitu Korban terbebas dari perasaan dendam, kecewa, benci dan marah; lalu mengampuni dan membebaskan pelaku dari perasaan bersalah, dilanjutkan dengan pemulihkan hubungan baik seperti semula. Total forgiveness inilah yang menjadi jawaban Yesus terhadap pertanyaan Petrus hari ini sekaligus menjadi pedoman pengampunan bagi setiap orang Kristen. Bahwa “Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.” Artinya suatu pengampunan yang total, tak terbatas, dan tanpa syarat. Dalam level ini seorang Kristen terbebas dari emosi-emosi negatip seperti dendam kusumat, penuh amarah, hati yang selalu mengobarkan amarah, dan perilaku suka melontarkan kata-kata permusuhan. Karena bacaan pertama hari ini mengatakan bahwa semua emosi negatip itu adalah ciri-ciri orang berdosa, orang-orang yang belum hidup sesuai dengan firman Allah. Kita diajak hari ini untuk menguji level kualitas pengampunan kita, apakah sudah pada level total forgiveness atau masih perjuangan di ketiga level bawah? (LN)




