
Bacaan I: Yeh. 33:7-9; Bacaan II: Rm. 13:8-10; Bacaan Injil: Mat. 18:15-20.
TANGGUNGJAWAB SPIRITUAL ORANG KRISTEN
Tuntutan hidup perkotaan terkadang menggiring masyarakatnya untuk berperilaku individualistik, yaitu suatu gaya hidup modern yang tidak mau pusing dengan kehidupan pribadi orang lain, atau sebaliknya tidak mau supaya orang lain ikut campur dalam hal-hal pribadi. Kita menyaksikan bahwa Rumah bisa berdampingan tetapi belum tentu mereka saling menyapa, hidup dalam satu RT/RW belum tentu saling mengenal, hidup dalam satu lingkungan gereja belum tentu aktif dan mengenal satu sama lain.
Bacaan injil hari ini mengingatkan kita bahwa setiap umat Kristen punya tanggungjawab spiritual terhadap sesamanya. Tanggungjawab itu adalah mengingatkan, menegur dan menasihati sesamanya yang terjerumus ke dalam dosa. Tanggungjawab ini diuraikan oleh nabi Yehemia dalam bacaan pertama bahwa: “Aku menetapkan engkau menjadi penjaga bagi kaum Israel.” (33:7). Artinya Ketika kita menjadi Kristen, kita juga diberi tanggungjawab oleh Tuhan untuk menjaga sesama supaya tetap hidup sesuai firman Allah. Selanjutnya dalam ayat 33: 8 dikatakan bahwa jika “orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, … Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.” Ini berarti bahwa bila ada sesama yang berdosa tetapi kita tidak mengambil tanggungjawab untuk menasihatinya, maka kita juga akan dituntut bila orang itu mati dalam dosanya.
Dalam bacaan injil hari ini Yesus memberikan kita Langkah-langkah praktis bagaimana menyelamatkan sesama yang berdosa. Yang pertama, pendekatan personal (dibawah empat mata), ke dua bersama orang lain (dua atau tiga orang), ke tiga menyerahkannya ke komunitas jemaat, dan ke empat adalah melepaskan dia sebagai orang yang tidak mengenal Allah. Motivasi utama dari usaha ini adalah seperti apa yang dikatakan St. Paulus dalam bacaan ke dua yaitu “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!” bila kita mengasihi sesama, kita akan berjuang supaya sesama itu selamat, sejahtera, sukses dan terutama hidup sesuai dengan Firman Allah. Dan Tindakan ini sekaligus “MEWARTAKAN KABAR BAIK DI TENGAH KRISIS IMAN DAN IDENTITAS”, yang adalah tema tahun Kitab Suci Nasional 2020. Mari kita hidup peduli dengan sesama yang membutuhkan tanggungjawab spiritual kita. (LN)




