
Bacaan I: 1 Raj. 19:9a,11-13a; Bacaan II: Rm. 9:1-5; Bacaan Injil: Mat. 14:22-33.
Dalam bacaan pertama hari ini (Raja-raja 19: 9-13) kita mendengar nabi Elia, menyingkir ke sebuah gua di Gunung Horeb, mencari keheningan dan menempatkan diri di hadapan Tuhan untuk memulihkan kekuatan yang hilang. Alkitab memberi tahu kita dengan sangat indah, bagaimana Tuhan menyatakan dirinya tidak dengan kekuatan seperti angin badai ataupun gempa, melainkan dengan angin kelembutan, yang menenangkan dan menghibur. Dalam Injil, Kehadiran Tuhan juga nyata, Ketika badai tenang, mereka mengenali dia sebagai Anak Allah.
Kerja merupakan suatu hal yang penting, tetapi penting juga meluangkan waktu untuk beristirahat dan untuk pertemuan pribadi di dalam doa dengan Tuhan. Ada banyak kegiatan-kegiatan kerasulan, sehingga memaksa baik imam, biarawan, aktivis gereja, umat, bekerja tiada hentinya, konsekuensinya capek dan stres. Hari ini Yesus mengajarkan kepada kita untuk belajar menyisihkan waktu untuk beristirahat di hati Tuhan, beristirahat di dalam tangan dan kasih Tuhan.
Hidup kita dengan segala aktivitas, bagaikan berlayar di lautan dan menghadapi kekuatan jahat, tetapi jangan takut untuk berlayar karena kita percaya akan pertolongan Tuhan, jika kita tidak percaya akan penyertaan Tuhan, maka kita akan jauh darinya, kita akan tenggelam dalam jurang karena kurangnya iman. Tetapi Tuhan tidak akan meninggalkan kita, dia akan selalu mengulurkan tangannya, tangan yang pernah menyembuhkan, yang membangkitkan, untuk menyelamatkan kita, karena Yesus yang berjalan diatas air, telah mengalahkan kejahatan.
Sebagai murid, kita diminta percaya, percaya pada kehadiran dan tangan Tuhan yang menolong, menyelamatkan, dan yang menuntun kita kembali kejalan yang benar.
Percayakan kita akan kehadiran dan pertolongan Tuhan didalam hidup? –Pst. Patrisius Frans M Bora, OSM




