
Bacaan I: Yes. 55:1-3; Bacaan II: Rm. 8; Bacaan Injil: Mat.11:25-30.
Injil hari ini mengisahkan tentang mujizat yang dilakukan Tuhan yaitu memperbanyak roti. Hari ini Yesus mengajarkan kepada kita tentang kerajaan Allah, kerajaan yang solidaritas. Ini tidak saja berbicara tentang roti, melainkan juga berbagi pengetahuan, kasih, berkat dan hidup. Jadi kerajaan surga itu adalah suasana berbagi bukan mengumpulkan dan memperkaya diri sendiri.
Dalam bacaan injil hari ini, pesan injil yang mau disampaikan kepada kita ialah sifat Tuhan yang penuh belaslasih dan mahamura yang selalu kuatir dengan keadaan manusia. Ini bukti tindakan Tuhan yang praktis, tidak saja dengan pewartaan, teori atau doktrin melainan aksi konkret yaitu melihat kebutuhan manusia.
Kerajaan surga yang diwartakan Yesus memiliki kaitan yang erat dengan apa yang terjadi saat ini, yaitu apa yang dibutuhkan oleh manusia, banyak yang lapar dan sakit. Yesus datang untuk memberi makanan spiritual, makanan jiwa yang meneguhkan hidup manusia secara interior, juga menyembuhkan penderitaan spiritual akitab dosa, akibat keangkuhan manusia.
Sebagai manusia makan dan minun merupakan kebutuhan utama, kebutuhan yang tidak bisa kita abaikan. Namun yang terjadi karena situasi hidup yang sulit, banyak orang kesulitan untuk memenuhinya, disinilah kita sebagai murid Kristus, diutus untuk berbagi berkat, kepada mereka yang berkekurangan. Kita juga diutus untuk memberi harapan bagi mereka yang membutuhkan penguatan, memberi perhatian bagi mereka yang diabaikan.
Pertanyaannya: apakah saya suka berbagi, saya seorang yang murahati terhadap mereka yang berkekurangan? Apakah saya sudah berbagi dengan mereka yang berkekurangan?
Penulis : Pastor Patrisius Frans Maria, OSM




