
Bacaan I: 1Raj. 3:5,7-12; Bacaan II: Rm. 8:28-30; Bacaan Injil: Mat. 13:44-52.
HAL KERAJAAN SORGA (2)
Melanjutkan bacaan Injil minggu lalu, hari ini Yesus masih menjelaskan mengenai hal Kerajaan Sorga melalui tiga perumpamaan yang diambil dari kehidupan sehari-hari supaya mudah dipahami. "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu." (Mat 13:44-45).
Ada kesamaan dalam kedua perumpamaan diatas, yaitu ketika orang menemukan yang sangat berharga, ia rela menjual semua barang miliknya dan membeli lahan maupun mutiara yang tak ternilai itu. Sebagai orang yang percaya, Yesus adalah harta yang terpendam itu dan Dia juga adalah mutiara indah yang telah dianugerahkan Allah Bapa bagi kita melalui sakramen baptis yang kita terima. Seharusnyalah kita melepaskan semua keterikatan duniawi yang menghalangi kita memiliki Nya dan menjadikan Dia milik berharga satu-satunya yang harus dipertahankan sampai mati, sehingga nanti pada waktu pukat kehidupan ditarik ke labuhan akhir akan didapati kita sebagai ikan yang baik bukan yang buruk karena pada akhir jaman nanti malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar (bdk Mat 13:47-50). Untuk tetap mempertahankan iman akan Yesus dalam situasi seperti saat ini, perlu pertolongan dari Dia karena oleh Nya kita telah dipilih dan dipanggil sesuai dengan rencana Allah untuk mendatangkan kebaikan bagi yang mengasihi Nya (bdk Rom 8:28). Karena itu, kita belajar dari apa yng diminta oleh Salomo ketika berjumpa dengan Tuhan, yaitu meminta hati yang penuh hikmat dan pengertian, bukan kekayaan dan umur panjang (bdk 1Raj 3:5-12). Dengan hikmat dan pengertian kita akan dapat mengerti hal Kerajaan Sorga yang sudah ada bersama kita, yaitu Yesus sendiri. Amien - IS




