
Bacaan I: Za. 9:9-10; Bacaan II: Rm. 8: 9,11-13; Bacaan Injil: Mat.11:25-30.
BERSUKA-CITALAH !!
Hari ini Paulus dan Nabi Zakaria mengajak kita semua untuk bersorak-sorak dengan nyaring menyambut Dia yang datang kepada kita, Dia yang adil, jaya dan lemah lembut. Dia yang memberitakan damai kepada bangsa-bangsa.
Yesus yang dimaksudkan oleh Paulus melalui nubuat Zakaria itulah yang membawa pengenalan kita kepada Allah Bapa karena Dia telah menyembunyikan misteri Kerajaan Allah “bagi orang bijak dan orang pandai”, tetapi menyatakannya kepada orang kecil. Untuk memahami sabda Allah dituntut hati yang sederhana dan murni, bukan yang hanya pandai mengatur untuk keuntungan pribadi, atau sombong karena menganggap dirinya paling benar dan pandai. Justru kepada orang sederhana dan penuh kepercayaan akan lebih mudah memahami dan menerima sabda Allah. Percaya kepada sabda Allah bukan hanya menuntut kepercayaan penuh akan kasih dan belaskasih-Nya, tetapi juga menuntut pengakuan dan kesadaran akan keterbatasan kita sebagai manusia.
Doa yang diucapkan Yesus telah menyadarkan kita bahwa hanya Yesus yang mengenal Allah Bapa dan Dia datang kepada kita untuk memperkenalkan Allah Bapa kepada kita yang percaya kepada-Nya.”Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.” (Mat 11:27). Dengan demikian gambaran Allah Bapa yang tercermin dalam diri Yesus akan sangat mempermudah doa kita kepada Allah Bapa.
Secara khusus pada masa pandemi ini, kita semua yang sedang letih lesu dan berbeban berat karena masalah ekonomi, kesehatan dan masalah berat lain untuk mau datang kepada Nya, karena Dia akan memberikan kelegaan. “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” (Mat 11:29-30) - IS




