
Bacaan I: 2Raj. 4:8-11,14-16a; Bacaan II: Rm. 6:3-4,8-11 ; Bacaan Injil: Mat. 10:37-48.
RISIKO & UPAH
Injil hari ini merupakan akhir sekaligus puncak dari bagian pertama (bab 1 - 10) injil Mateus. Dalam bab 1 - 9, Mateus menggambarkan Yesus yang memulai perutusanNya. Dalam bab 10, Yesus melanjutkan perutusanNya dengan : memilih para Rasul (1-5a), menetapkan misi para Rasul (5b-15), tantangan yang dihadapi (16-25), ajakan agar mereka tidak takut (26-33), risiko dan salib yang harus dipikul (34-39) dan kehadiran Allah dalam diri para Rasul (40-42).
Bacaan hari ini (Mat. 10:37-42) terdiri 2 bagian, yaitu
1) Risiko menjadi murid Yesus (ayat 37-39). Hal itu digambarkan dengan 3 syarat :
a. Mengasihi Yesus melebihi orangtua & keluarga (37);
b. Memikul salib(38);
c. Berani kehilangan nyawa(39).
2) Allah hadir dalam diri UtusanNya (40-42). Ini dijelaskan dengan 3 hal :
a. Murid adalah Representasi Yesus dan Bapa yang mengutusNya (40);
b. Upah bagi yang menerima Utusan Allah (41);
c. Ketulusan pemberian (42).
Apa makna yang dapat kita petik dari bacaan hari ini ?
1). Tidak mudah menjadi murid Yesus. Pertama, kita harus menempatkan Allah di atas segalanya. Ini sejalan dengan jawaban Yesus ketika ditanya kaum Farisi mengenai hukum yang terutama dalam Taurat : "Hukum yang terutama dan yang pertama : kasihilah Tuhan Allahmu dan hukum yang kedua : kasihilah sesamamu" (Mat 22:37-39). Kedua, semangat dasar yang menjiwai hidup seorang pengikut Kristus adalah memikul salib. Kata-kata Yesus cukup tegas : "Barangsiapa tidak memikul salibnya, .. ia tidak layak bagiKu" (38). Kita percaya : "Per crucem ad salutem" - melalui salib kita diselamatkan. Ketiga, kehidupan yang sesungguhnya adalah hidup bersama Bapa di surga. Ribuan martir telah mengorbankan nyawa demi memperoleh hidup yang kekal. Banyak orang Kristen saat ini mengorbankan "nyawa" dalam bentuk : karir, jabatan, status dan kekayaan demi mempertahankan imannya akan Kristus.
2) Allah hadir dalam diri UtusanNya. Dalam melaksanakan karya keselamatan, Allah mengutus PuteraNya. Lalu Dia memilih Rasul-rasul dan murid-murid untuk melanjutkan karya itu. Mereka merupakan Utusan dan Representasi Kristus sendiri, termasuk para Uskup dan para imam sebagai pengganti mereka. Imam disebut juga sebagai "alter Christus" - Kristus yang lain, atau "in persona Christi" - dalam pribadi Kristus (lihat : Dekrit Tentang Para Imam Bab 1.2). Maka, yang menerima Pengganti para Rasul dan para murid berarti menerima Tuhan sendiri. "Barangsiapa menyambut kamu, menyambut Aku" (40). Bahkan pemberian sekecil apapun, akan diperhitungkan Tuhan."Barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja kepada muridKu, ia tidak akan kehilangan upahnya" (42). Bandingkan pengalaman perempuan kaya di Sunem, yang bisa melahirkan seorang anak karena menjamu Nabi Elisa (Bacaan I : 2Raj.4:8-16a). Sebuah pertanyaan reflektif bagi kita : apa kontribusi yang bisa kita berikan untuk kehidupan para imam dan panggilan ? (YS)




