
Bacaan I: Yer. 20:10-13; Bacaan II: Rm. 5:12-15 ; Bacaan Injil: Mat. 10:26-33.
JANGAN TAKUT
Tertullianus (155-230), Bapa Gereja, dalam apologinya menulis : "semen est sanguis Christianorum", yang secara bebas artinya : "darah para martir adalah benih bagi gereja". Tak dapat disangkal bahwa keberadaan gereja saat ini bisa terjadi karena keberanian para martir. Mereka berani mempertahankan iman walau harus menumpahkan darah dan nyawa. Dalam injil hari ini (Mat. 10:26-33), Yesus meminta murid-muridNya untuk "JANGAN TAKUT". Bahkan karena pentingnya, Yesus menyampaikannya tiga kali. Apa arti permintaan itu ?
1) Jangan takut karena ".. tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka" (ayat 26) artinya kebenaran pasti menang. Kebenaran yang kita yakini adalah Kristus sendiri, karena Dia adalah kebenaran. "Akulah Jalan dan Kebenaran dan hidup" (Yoh. 14:6). Ketika diadili Pilatus, Yesus menegaskan : "Aku lahir .. supaya memberi kesaksian tentang kebenaran" (Yoh. 18:37). Dan untuk mempertahankan kebenaran itulah Yesus berani disalibkan. Maka, setiap pengikut Yesus wajib mempertahankan dan menegakkan kebenaran lewat sikap, tutur kata dan perilaku. Agar mampu mempertahankan kebenaran, kita harus "mendengarkan" Kebenaran itu. "Apa yang Kukatakan dalam gelap, katakanlah dalam terang" (ayat 27). Tidak seorangpun bisa berbicara tentang Kristus, kalau Kristus tidak berbicara kepadanya; tidak seorangpun akan mewartakan Kebenaran, jika tidak mengerti Kebenaran itu.
2) Jangan takut karena hukuman yang diberikan dunia lebih ringan daripada hukuman yang diberikan Allah. "..jangan takut kepada mereka yang hanya membunuh tubuh; tapi takutilah Dia yang berkuasa membunuh baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka" (ayat 28). Kisah heroik 7 bersaudara dan Ibu mereka yang mati dibakar menunjukkan bahwa mereka lebih takut akan hukuman Allah daripada hukuman manusia. "Sungguh baiklah berpulang dengan tangan manusia dengan harapan .. bahwa kami akan dibangkitkan kembali olehNya" (2Mak 7:14). Namun selain itu, kita tidak takut karena Allah mengasihi kita. Karena "di dalam kasih tidak ada ketakutan" (1 Yoh. 4:18). 3) Jangan takut karena "kita berharga" "..kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit" (ayat 31). Keyakinan akan "penyelenggaraan ilahi" membuat kita tidak pernah takut. Saat ini dunia diliputi ketakutan akan pandemi COVID 19 yang telah merenggut ratusan ribu nyawa. Namun bagi yang percaya akan "penyelenggaraan ilahi", pandemi ini tidak menakutkan. "Engkau tidak usah takut akan penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap. Walau seribu orang rebah di sisimu .. tetapi itu tidak akan menimpamu" (Mzm. 91:5-7). Kita dipanggil untuk mengakui dan memberi kesaksian tentang KEBENARAN yang adalah Kristus sendiri karena "setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakui dia di depan BapaKu yang ada di surga" (ayat 32) (YS) .




