
Bacaan I: Kel. 34:4b-6,8-9; Bacaan II: 2 Kor. 13:11-13; Bacaan Injil: Yoh. 3:16-18.
“KASIH YANG SEMPURNA”
St. Agustinus, uskup Hippo adalah salah satu Pujangga besar Gereja. Dia menulis banyak buku dalam berbagai ilmu, khususnya filsafat dan teologi. Ketika hendak menulis tentang "ALLAH TRITUNGGAL", dia mengalami kesulitan. Konon untuk mendapatkan inspirasi, Agustinus berjalan-jalan di tepi pantai. Ketika berada di sana, dia melihat seorang anak kecil mencedok air laut dengan sebuah gayung lalu menuangkannya ke sebuah lubang kecil di pantai. Itu dilakukannya berulang-ulang, sehingga membuat Agustinus penasaran. Dia lalu mendekat dan bertanya : “Apa yang kamu lakukan ?” Jawab anak kecil itu : “Saya sedang memindahkan air laut itu ke dalam lubang ini !”. “Mana mungkin“ balas Agustinus, “itu mustahil”. Jawab anak kecil itu : “Sama halnya dengan yang engkau lakukan. Tidak mungkin misteri Allah Tritunggal yang sedemikian dalam, luas dan tidak terbatas bisa masuk otak manusia yang kecil dan terbatas”. Jawaban lugas anak kecil itu membuat Agustinus sadar bahwa manusia tidak mungkin bisa memahami misteri Allah Tritunggal. Hari ini Gereja merayakan PESTA TRITUNGGAL MAHAKUDUS. Kita tidak ingin membahas misteri Allah Tritunggal, melainkan mau menimba makna pesta ini bagi kehidupan iman kita.
Pertama, kita mengimani SATU ALLAH namun 3 PRIBADI. Kita tidak menganut polytheisme (=percaya banyak Allah), melainkan monotheisme (= satu Allah) atau Allah yang Esa. Syahadat panjang, yang dikenal sebagai Syahadat Nikea Konstantinopel (thn. 325) mengakui : “Aku percaya akan satu Allah..”.
Kedua, 3 pribadi mempunyai peranan masing-masing : Allah Bapa sebagai Pencipta; Allah Putera sebagai Penebus dan Allah Roh Kudus sebagai Penegak Kebenaran dan Paracleitos (=Penghibur /Pembimbing). Ketiga, misteri Tritunggal Mahakudus menyadarkan kita akan "kemahabesaran Allah". Allah itu Maha Besar dan manusia bagaikan "debu" di hadapanNya (Mzm 103:14 "kita ini debu"). Hakekat Allah jauh melampaui akal budi manusia, karena Allah bukan obyek pengetahuan, melainkan obyek iman. Keempat, misteri Allah Tritunggal adalah misteri kasih yang sangat sempurna. Hal ini dinyatakan dalam injil hari ini : "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yoh 3:16). Ketiga pribadi dalam Tritunggal memiliki satu pikiran, satu perasaan, satu kehendak dan satu tindakan ! Maka kesatuan Tritunggal di sini bukanlah kesatuan fisik, melainkan kesatuan ROH ! Dan Roh yang menyatukan Tiga Pribadi adalah Roh Kasih karena "Allah adalah Kasih" (1 Yoh 4:8). Sebuah model kehidupan yang sempurna. Rasul Paulus dalam bacaan II hari ini mengajak kita untuk "sehati dan sepikiran, serta hidup dalam damai sejahtera, maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kita" (2Kor 13:11). Maka makna pesta ini bagi kita adalah selain memperkuat iman kita kepada Allah Tritunggal, juga agar semangat kasih Allah Tritunggal mewarnai kehidupan kita (YS)




