
Bacaan I: Kis. 6:1-7; Bacaan II: 1Ptr. 2:4-9; Bacaan Injil: Yoh. 14:1-12.
Setengah penuh atau setengah kosong?
Dihadapan setengah gelas air, ada yang menyebutnya setengah kosong, sementara ada yang menyebutnya setengah penuh, keduanya benar tetapi hanya satu yang sungguh-sungguh benar.
Injil hari ini bercerita tentang Yesus yang memberitahukan kepergian-Nya untuk menyiapkan tempat bagi murid-murid-Nya di rumah Bapa-Nya. Akan tetapi Tomas bertanya: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” Dan bahkan setelah Yesus menjawab dengan: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.” Filipus masih meminta lagi kepada Yesus: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” Dalam hati kecil, mungkin kita mentertawakan ketidak tahuan para murid itu, akan tetapi bila kita mau sungguh-sungguh jujur, apakah perkataan Yesus: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.” Sudah menjadi dasar iman kita yang terdalam daripada sekedar ucapan di bibir saja?
Seorang bijak berkata, ada dua macam orang di dunia, yang pertama merasakan umurnya makin habis dari hari-kehari sehingga ia menjalani hidupnya dalam kekuatiran, dan kepada orang seperti ini betapapun baiknya janji yang diberikan Tuhan, ia tetap saja ketakutan dan ragu-ragu karena yang dilihatnya adalah hidupnya yang makin lama makin habis. Sementara yang kedua sebaliknya merasakan hidupnya makin ditambah dari hari-kehari, karena mereka mau bergerak bersama Yesus dalam hidup mereka, menampakkan dan melakukan kasih dari Yesus, sehingga hidup mereka makin dipenuhi dan diperkaya oleh kasih Yesus, yang menyebabkan mereka makin bersyukur setiap hari. Bacaan kedua menyebut mereka: “bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri”. Dan dalam cengkeraman pandemi saat ini, kita makin perlu bergerak bersama dan kearah Yesus, karena percumalah Yesus menyediakan jalan bila umat-Nya tidak berjalan. Dan betapapun banyaknya ataupun sedikitnya air di dalam gelas kehidupan kita, pilihan kita adalah: meratapi air yang tersisa, ataupun bergerak bersama Yesus sang sumber air hidup yang akan membuat gelas kehidupan kita makin penuh dengan sukacita dari-Nya setiap hari. (AJ)




