
Bacaan I: Yer. 38:4-6.8-10; Bacaan II: Ibr. 12:1-4; Bacaan Injil: Luk. 12:49-53.
Bunda Maria Diangkat ke Surga
Hari Minggu ini, kita merayakan Santa Perawan Maria diangkat ke surga. Bacaan Injil Lukas 1:39-56 mengajak kita untuk meneladani hidup Bunda Maria yang amat rendah hati.
Kehidupan yang suci tidak datang tiba-tiba, tapi dipersiapkan dan diperjuangkan melalui proses pergulatan iman yang panjang. Maria lahir dari rahim Anna ibundanya. Anna berarti rahmat. Ayahanda Maria bernama Yoakim (Yoakim berarti persiapan bagi Sang Juru Selamat). Anna masih keturunan Daud sementara Yoakim berasal dari Yehuda. Anna dan Yoakim membangun sebuah keluarga sederhana. Mereka dikenal sebagai pekerja keras dan saleh. Keluarga ini hidup dalam lingkungan tradisi Hukum Taurat dan kitab para nabi yang ketat. Dari kondisi seperti itulah Maria lahir dan besar.
Ketaatan hidup sang ibunda Anna pada Allah menjadi model bagi Maria. Ketika menerima tawaran Allah melalui malaikat Gabriel bahwa dirinya akan mengandung dari Roh Kudus, Maria secara spontan menjawab dengan bahasa imannya.
[Luk 1:38] "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu."
Sikap rendah hati Bunda Maria inilah yang harus kita teladani sebagai pengikut Kristus. Perjumpaan Maria dengan Elizabeth saudaranya yang sama-sama sedang mengandung sangat penting baginya. Sebagai sesama wanita yang mempunyai hubungan akrab, pertemuan ini menjadi sarana peneguhan dan saling menguatkan.
[Luk 12:42-44] "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan."
Siapa pun tak akan kuasa menahan rasa sukacita ketika Tuhan menyapa kita secara personal. Begitu pula Elizabeth yang telah dipenuhi Roh Kudus dan bayi di kandungan, yang kelak menjadi Yohanes Pembaptis sosok pembuka jalan bagi Sang Juru Selamat. Ketika memperoleh peneguhan, Bunda Maria pun langsung bermadah memuliakan Tuhan [Luk 1:46-55]. Kita menyebutnya sebagai Kidung Pujian Maria atau Magnificat. (VH).




