
Bacaan I: Ul. 30:10-14; Bacaan II: Kol. 1:15-20; Bacaan Injil: Luk. 10:25-37.
CINTA KASIH ALLAH ITU MELAMPAUI BATAS
Ada seorang Pastor Amerika yang sangat terkenal pada dekade awal abad ke 19. Dia adalah Pastor Flanagan. Ia terkenal karena mendirikan Boys Town pada tahun 1921, untuk anak laki-laki tunawisma, sekaligus menampung anak-anak nakal.
Dari Boys Town ini ada ceritera. Ada seorang anak laki-laki, umur 8 tahun yang membunuh ayah dan ibunya. Dia sudah berkali-kali ditahan karena merampok. Polisi tidak bisa berbuat apa-apa karena masih dibawah umur sehingga tidak bisa ke pengadilan maupun sekolah rehabilitasi. Mereka kemudian menelpon Pastor Flanagan untuk menitipkan anak ini. Ketika tiba di boys town polisi mengetuk pintu, dan pastor Flanagan berkata, “silakan masuk,” dan anak itu masuk. Pastor Flanagan berkata, “Hm… siapa nama kamu?” “Dave, pak.” “Oh ya, tentu saja Dave, selamat datang di boys town, kami mengharapkan kedatanganmu. Sekarang kamu ada di sini, tentunya kamu mau melihat-lihat, perlu kamu ketahui setiap orang di sini harus bekerja. Ini Henry, dia akan menjelaskan, kamu dapat memilih mau jadi apa, tetapi tidak perlu cepat-cepat, lihat-lihat dulu tempat ini. Itu saja, sampai jumpa lagi.” Anak itu kemudian menulis dalam buku hariannya bahwa, detik-detik itu mengubah hidup saya karena, “untuk pertama kalinya dalam hidup, saya melihat pada mata seseorang yang tidak mengatakan: saya mencintai kamu, tetapi dia mengatakan kamu baik, kamu tidak buruk, kamu bisa!”
Pastor Flanagan dan orang Samaria dalam injil hari ini memberikan contoh bagaimana sesungguhnya cinta kasih Allah yang diwartakan Yesus Kristus. Cinta kasih sejati Allah itu melampaui batas suku, bahasa, ras, agama, predikat orang baik dan jahat, anak baik dan nakal, anak pintar dan bodoh. Ia berlaku universal seperti kasih Allah Bapa yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. (Mat. 5:4).
Hari ini kita dipanggil dan diutus oleh Yesus untuk melakukan perbuatan kasih seperti pastor Flanagan dan orang Samaria yang baik hati, karena perintah cinta kasih yang disampaikan ini, tidaklah terlalu sukar dan tidak terlalu jauh (Ul.30:11) tetapi sebaliknya sangat dekat, yakni di dalam mulut dan hati kita, untuk dilakukan. (Ul.30:14) [LN]




