
Bacaan I: Yes. 66:10-14c; Bacaan II: Gal. 6:14-18; Bacaan Injil: Luk. 10:1-12.17-20(10:1-9).
“BERSUKACITALAH KARENA NAMAMU ADA TERDAFTAR DI SURGA”
Dalam sebuah sayambara online, penyelenggara sayambara bertanya kepada para remaja, tentang hal dan momen apa yang paling menyenangkan dalam hidup mereka. Ada yang menjawab bahwa momen yang paling menyenangkan dalam hidupnya adalah ketika bersama teman-teman, ada yang bilang pergi ke Mall, ke taman wisata, tinggal di rumah, makan makanan kesukaan, bersama pacar, main game, disayang orang tua, dan beberapa jawaban lain lagi. Dari semua jawaban di atas, ada seorang remaja yang memberikan jawaban yang sangat berbeda. Remaja itu mengatakan bahwa dia mengalami kegembiraan ketika ia memberikan roti kepada dua anak yang sedang kelaparan. Ekspresi kegembiraan lewat senyum dan mata yang penuh sukacita ketika mengucapkan terima kasih, membawa sukacita di hati remaja tesebut. Ia mengalami kegembiraan ketika orang yang dibantu mengalami sukacita.
Ceritera ini menggambarkan inti perutusan ketujuh puluh murid hari ini. Mereka diutus ke kampung-kampung untuk mewartakan kerajaan Allah. Kerajaan Allah yang diwartakan bukanlah suatu Hoax, tetapi adalah suatu perbuatan konkrit yang dirasakan manfaat langsung oleh umat, dalam bentuk menyembuhkan orang sakit, dan mengusir roh-roh jahat dan setan. Mereka menghadirkan wajah kerajaan Allah yang menghibur, murah hati, lemah lembut, suci hati, dan pembawa damai. Ketika para murid dengan bangga bercerita tentang keberhasilan mereka, Yesus kembali mengingatkan mereka untuk tidak berbangga karena mampu mengusir setan, tetapi sebaliknya bersukacita karena nama mereka ada terdaftar di surga.
Pertanyaannya adalah, apakah nama anda telah terdaftar di surga? Kalau belum maka Anda dan saya masih memiliki peluang untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik bagi keselamatan sesama, karena St Teresa dari Avila mengatakan 'Kristus tidak memiliki tubuh di bumi selain milikmu; tidak ada tangan selain milikmu; tidak ada kaki selain milikmu. Matamu adalah tempat melalui mana belas kasihan Kristus memandang dunia. Milikmu adalah kaki yang dengannya Dia harus berbuat baik. Tanganmu adalah milikNya untuk memberkati orang lain sekarang ini juga.' (LN)




