
Bacaan I: Kis. 14:21b-27; Bacaan II: Why. 21:1-5a; Bacaan Injil: Yoh. 13:31-33a.34-35.
Perintah Baru
Pesan Injil hari ini sangat mendasar dan berlaku bagi setiap hubungan antar manusia, apapun bentuk dan caranya. Yesus memberikan wasiat kepada para murid menjelang hari penderitaan-Nya - “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” (Yoh 13:34)
Kasih yang seperti apa ? Kasih seperti yang telah Yesus lakukan, yaitu kasih sejati. Kasih yang memberikan dirinya untuk kebutuhan dan kebahagiaan orang lain, bersedia berkorban tanpa batas seperti - Yesus telah lakukan dengan menanggung sengsara salib-Nya bagi kita. Kasih yang tidak membedakan status dan keadaan orang - Dia menerima para pendosa dan penderita untuk diselamatkan. Kasih yang rela dan bersedia mengampuni - Dia masih memohonkan pengampunan kepada Bapa bagi mereka yang telah menyalibkan-Nya.
Saat ini banyak keluarga kristiani yang sudah jauh dari semangat kasih sejati yang diminta oleh Yesus supaya kita lakukan, itu menjadi keprihatinan Paus Fransiskus sehingga ditahun 2016 diterbitkan Anjuran Apostolik “Amoris Laetitia” yang berarti “Kegembiraan Cinta”. Dalam amanatnya, Paus mengingatkan bahwa kasih adalah : sabar, rela melayani sesama, tidak cemburu, tidak sombong, tidak kasar, murah hati, tidak lekas marah maupun benci, dan kasih selalu mengampuni, bergembira dengan sesama, memikul segalanya, percaya kepada segalanya, mengharapkan segalanya dan tahan terhadap segalanya (AL 91-119).
Demikian pula kata Paulus kepada jemaat di Korintus, kasih itu tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak menyimpan kesalahan orang lain, tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran dan kasih tidak berkesudahan (bdk 1Kor 13:4-8).
Apakah kita sudah menjalankan Perintah Baru dari Yesus, untuk saling mengasihi didalam keluarga dan masyarakat ? Dengan melakukan perintah-Nya, maka semua orang akan tahu, bahwa kita adalah murid-murid Nya. Amien (IS).




