
Bacaan I: Kis. 5:12-16; Bacaan II: Why. 1:9-11a.12-13.17-19; Bacaan Injil: Yoh. 20:19-31.
TIDAK MELIHAT NAMUN PERCAYA
Hari Minggu Paskah II ini adalah Minggu Kerahiman Ilahi, yang ditetapkan Paus Yohanes Paulus II pada 30 April 2000 berdasarkan permintaan Yesus pada St. Faustina (22 Pebruari 1931) : "Aku mau ada Pesta Kerahiman pada hari Minggu pertama sesudah Paskah. Hari Minggu ini harus menjadi Pesta Kerahiman". Menurut Sri Paus : "Dunia sedang menderita oleh konflik berkepanjangan, kematian orang-orang yang tidak bersalah, kebencian dan dendam merajalela dan martabat manusia tidak dihargai. Dunia butuh kerahiman Ilahi untuk mengubah pikiran dan hati manusia, agar menegakkan damai dan kasih dalam kehidupan bersama" (Paus Yohanes Paulus II, 17 Agustus 2001). Kerahiman berasal dari bahasa Ibrani "rahamim", yang ada kaitannya dengan "rehem" artinya " rahim atau kandungan". Dengan demikian sifat Allah serupa sifat rahim seorang Ibu yaitu "melindungi, menghidupi, menghangatkan, memberi pertumbuhan, menjaga dan menerima tanpa syarat". Gambar Kerahiman Ilahi ditandai sinar putih dan merah untuk melambangkan air dan darah yang mengalir dari lambung Yesus. Air lambang karya Roh Kudus untuk membersihkan, menguduskan dan meneguhkan. Dan darah lambang karya Roh Kudus untuk memberi kehidupan. Devosi Kerahiman Ilahi mengajak kita untuk menghayati ABC Kerahiman, yaitu : A) Ask For His Mercy = Mohon Belas Kasih Allah; B) Be Merciful = Berbelaskasih kepada sesama; C) Completely Trust = percaya penuh kepada kerahiman Tuhan. Injil hari ini (Yoh. 20:19-31) berceritera tentang Tomas yang tidak percaya : "Sebelum aku melihat bekas paku pada tanganNya .. aku tidak akan percaya" (Yoh. 20:25). Namun ketika Yesus datang lagi, Tomas menjawab : "Ya Tuhanku dan Allahku!" (Yoh. 20:26-28). Apa makna kisah Tomas untuk kita ? 1) Komunitas itu penting. Tomas tidak menyaksikan penampakkan Yesus, karena dia pergi dari komunitas para Rasul. Dalam kebersamaan, para Rasul bertemu Tuhan yang bangkit. Demikian jua kita. Dalam kebersamaan di keluarga, di lingkungan, di paroki, kita menyaksikan Tuhan yang bangkit dan hidup. Di sana kita berbagi pengalaman iman dan diteguhkan ! 2) Dari keraguan kepada kepercayaan. Tomas tidak menyembunyikan keraguannya. Namun dia berbalik dan menyatakan dengan penuh keyakinan : "Ya Tuhanku dan Allahku!" (Yoh. 20:28). Inilah dasar iman kita : "Yesus adalah Tuhan dan Allah" ! Dalam perjalanan iman, mungkin kita pernah alami keraguan. Namun Tomas mengajar kita untuk tidak berhenti pada keraguan. Kita harus mencari Tuhan, mendekatkan diri padaNya, karena Tuhan adalah sumber kekuatan kita. 3) "Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya" (Yoh. 20:29). Kita adalah orang yang berbahagia, yang telah diselamatkan Kristus lewat penderitaan, wafat dan kebangkitanNya. Dalam Kristus kita menjadi manusia baru, yaitu manusia yang dihidupi oleh : kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan dan penguasaan diri (Gal. 5:22-23).




