
Bacaan I: Yos. 5:9a.10-12; Bacaan II: 2 Kor. 5:17-21; Bacaan Injil: Luk. 15:1-3.11-32.
Anak yang Hilang
Injil hari ini menyajikan “Perumpamaan tentang anak yang hilang”, dimana diceritakan seorang anak bungsu yang memboroskan harta ayahnya. Saya membayangkan bila saya adalah si anak bungsu itu dan sang ayah adalah Allah Bapa, harta seperti apakah yang mungkin telah saya boroskan?
Allah telah memberikan alam yang indah, permai, sementara saya mungkin memboroskannya dengan tidak memperdulikan kebersihan, serta tidak mau repot membawa tas belanja atau rantang sehingga selalu memakai plastik, yang akibatnya merusak alam pemberian Allah.
Allah telah memberikan tubuh dan kesehatan untuk dapat menikmati berkatnya, sementara saya mungkin memboroskannya dengan tidak mempedulikan kesehatan, serta malas berolah-raga.
Allah telah memberikan keluarga untuk melengkapi hidup saya, sementara saya memboroskannya karena sibuk dengan diri sendiri, sambil mengeluh karena sikap anggota keluarga tidak seperti harapan.
Allah telah memberikan teman-teman dan bahkan komunitas lingkungan untuk menjaga iman, sementara saya memboroskannya dengan tidak mau ikut kegiatan lingkungan, sambil mengeluh karena merasa doa-doa saya tidak berkenan pada Allah.
Allah telah memberikan pekerjaan untuk mencukupi hidup, sementara saya memboroskannya dengan tidak sungguh-sungguh dalam bekerja, sambil mengeluh karena merasa lingkungan pekerjaan tidak memuaskan hati.
Allah telah memberikan orang miskin dan kekurangan di sekitarku, agar saya dapat bertemu dengan Dia yang hadir dalam orang-orang kecil, sementara saya memboroskannya dengan memilih menjauh, membangun batas, bahkan memilih tinggal dalam lingkungan steril yang jauh dari kehadiran Allah itu.
Allah telah memberikan negara yang menjaga keamanan dan kesejahteraan saya, sementara saya memboroskannya dengan memilih untuk tidak peduli, dan menjadi golput.
Saya teringat pernah beberapakali terbersit dalam hati saya untuk berhenti melakukan kesalahan-kesalahan itu, sayangnya tidaklah mudah berhenti dari hal-hal itu. Semoga puasa dan pantang selama masa Prapaskah ini dapat membawa saya pada saat-saat lapar seperti yang dirasakan si anak bungsu itu, lalu menyadari kesalahan dan bertekad untuk kembali kepada Allah Bapa, yang seperti Yesus katakan, sudah tidak sabar untuk mengampuni dan menganugerahkan berkat-berkat-Nya bagi putra-putri-Nya yang ingin kembali kepada-Nya. [ aj ]




