
Bacaan I: Yes. 60:1-6; Bacaan II: Ef. 3:2-3a.5-6; Bacaan Injil: Mat. 2:1-12.
Belajar Rendah Hati dari Tiga Raja
Kelahiran Yesus adalah misteri. Yesus lahir bukan hanya untuk umat Israel, tapi bagi seluruh umat manusia. Kedatangan Tiga Orang Majus dari Timur menjadi bukti. Pada pekan ini, selain merayakan Penampakan Tuhan (Epifani), Gereja pun mengajak kita menyambut Hari Anak Misioner Sedunia 2019 yang ke-176.
Bacaan Injil [Mat.2:1-12] menyajikan kisah tiga orang bijak dari Timur yang datang di Bethlehem mencari informasi tentang kelahiran Yesus. Mereka menemui Raja Herodes di Yerusalem dan bertanya tentang kelahiran ‘Raja Orang Yahudi’. [Mat.2:2] "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." Pertemuan itu ternyata berbuntut panjang.
Herodes merasa kekuasaannya terancam dengan kabar kelahiran Sang Mesias. Para tokoh agama dan pembantunya diperintahkan untuk mencari dan menemukan bayi Yesus. Yusuf, Maria, dan bayi Yesus pun harus mengungsi ke Mesir. Serentetan peristiwa pembunuhan terhadap setiap bayi laki-laki di Bethlehem yang berumur di bawah 2 tahun juga terjadi. [Mat.2:16-18] Ada tiga hal yang bisa jadi bahan permenungan bagi kehidupan kita sehari-hari.
Pertama: Ada tiga orang Majus yang bijak dan rendah hati. Mereka khusus datang dari Timur jauh di kawasan Persia ke Bethlehem demi menemukan bayi Yesus dan menyembah Dia. Mereka non-Yahudi yang ingin memberikan persembahan spesial emas, kemenyan, dan mur sebagai perwujudan rasa syukur, takluk, hormat, dan respek. Emas simbol persembahan termahal yang hanya layak diberikan kepada raja. Kemenyan biasa digunakan sebagai obat untuk pemulihan dan penyembuhan. Mur beraroma harum mewangi biasa digunakan sebagai bahan ramuan saat penguburan jenazah.
Kedua: Kelompok ahli Taurat dan para imam yang hidup nyaman. Mereka amat paham kitab suci dan tahu Sang Mesias lahir, namun mereka tak peduli.
Ketiga: Perilaku Raja Herodes. Herodes merasa takut dan cemas kekuasaannya akan terganggu dan tergerogoti dengan kelahiran bayi 'Raja Orang Yahudi'. Hidup Herodes selalu diselimuti perasaan curiga. Orang Idumea raja boneka Kerajaan Romawi itu justru berniat membunuh Dia. Hidup ini penuh dengan pilihan. Apakah kita akan memilih jalan hidup seperti Tiga Orang Majus yang tekun, sabar, teliti, dan bijak hingga akhirnya berhasil menemukan Yesus dan kemudian memberikan persembahan istimewa. Atau kita akan diam saja karena tak bisa meninggalkan zona nyaman kehidupan kita? Atau mungkin kita memilih jalan hidup seperti Herodes yang selalu diselimuti rasa takut dan curiga pada orang lain? (VH)




