
Bacaan I: Yes. 53:10-11; Bacaan II: Ibr. 4:14-16; Bacaan Injil: Mrk. 10:35-45(Mrk. 10:42-45).
KEKUASAAN
Pada tahun politik ini, kehidupan sehari-hari setiap orang dipenuhi dengan pembicaraan siapa calon presiden yang dianggap tepat untuk dipilih nanti pada saat pemilihan suara tahun depan. Secara umum politik dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang menyangkut kekuasan dalam mengatur kepentingan dan kebaikan rakyat secara keseluruhan. Seringkali orang berpolitik hanya karena ingin berkuasa. Pada umumnya orang berpikir bahwa kalau berkuasa atau memiliki kuasa dapat memaksa orang lain melakukan kehendaknya dan memaksa orang lain melayaninya. Orang lain dijadikan objek kekuasaan dan kemanusiaannya sering tidak dihargai lagi. Yesus hari ini menjelaskan apa sebenarnya yang disebut berkuasa atau memiliki kuasa didalam Kerajaan Allah. Menghadapi sikap kebanyakan orang yang ingin berkuasa seperti itu, Yesus berkata keapada para murid Nya: “Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.” (Mrk 10:43-44). Berkuasa dalam Kerajaan Allah berarti memiliki dan menggunakan kemampuan diri untuk ikut memberikan sumber hidup bagi orang lain, bukan justru menggunakan orang lain untuk kepentingan diri kita sendiri. Yesus dengan jelas menunjukan arti berkuasa dalam diri Nya, “Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (Mrk 10:45) Paulus lebih jauh menjelaskan, kita telah memiliki Yesus, Imam Besar Agung, Anak Allah, yang dapat turut merasakan kelemahan kita. Sama dengan kita, Ia juga telah dicobai, hanya saja Ia tidak berbuat dosa. Sebagai pemegang kekuasaan Kerajaan Allah, Yesus justru melayani kita melalui Ekaristi yang merupakan pelaksanaan kuasa sejati Nya, merendahkan diri Nya untuk menjadi makanan sebagai sumber hidup kita yang berlimpah. Semoga kitapun bisa menjadikan kekuasaan yang kita miliki dalam tingkat apapun untuk menjadi semakin melayani, bukan minta dilayani. Semoga ! (IS)




