
Bacaan I: Keb. 7:7-11; Bacaan II: Ibr. 4:12-13; Bacaan Injil: Mrk. 10:17-30.
HIDUP KEKAL
Bacaan Injil hari ini terasa sangat keras dan menusuk. Markus mengisahkan tentang seorang pemuda yang bertanya kepada Yesus : "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Yesus heran karena pemuda itu menyebutnya baik, Yesus berkata: “Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja.” Allah adalah sumber segala yang baik dan hanya Dialah yang memberikan hidup yang kekal. Akhirnya Yesus menegaskan kepada pemuda itu dengan kasih: ”.. juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga ..” (bdk Mrk 10:17-23).
Harus dipahami bahwa pada masa itu, kekayaan atau harta, merupakan tanda berkat Allah. Orang kaya adalah orang yang diberkati, simbol kekuatan dan kebanggaan yang harus dicapai supaya dihargai oleh orang lain. Melalui perjumpaan Nya dengan pemuda itu, Yesus mengingatkan kembali akan tujuan hidup manusia, yaitu bukan hanya yang sementara di dunia ini, melainkan kehidupan yang kekal. Kekayaan hanya sarana dan bukan tujuan, sehingga kekayaan tidak dapat menjamin keselamatan dan hidup yang kekal.
Kekayaan diberikan oleh Allah kepada umat manusia adalah baik dan perlu, tetapi bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan untuk dijadikan sebagai saluran berkat bagi sesama secara adil. Yesus menegaskan bahwa kekayaan dapat menghalangi orang untuk menjadi murid Nya yang sejati. Keduniawian seperti kekayaan, harta milik, kesuksesan, kekuasaan, kemakmuran dapat merupakan jerat yang berbahaya. Karena itu kesediaan untuk melepaskan diri seutuhnya dari keterikatan jerat keduniawian memang dituntut dari setiap murid Yesus untuk dapat selamat. Keselamatan adalah anugerah Allah, keberhasilan untuk diselamatkan adalah diluar kemampuan manusia, tergantung dari kebaikan dan kasih Allah, karena itulah Yesus menegaskan : "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah." Marilah kita lepaskan semua keterikatan duniawi untuk memperoleh hidup kekal yang menjadi tujuan utama kita. Semoga ! (IS)




