
Bacaan I: Kis. 9:26-31; Bacaan II: 1 Yoh. 3:18-24; Bacaan Injil: Yoh. 15:1-8.
CITRA ALLAH YANG DIKASIHI
Allah yang Maha Kudus, sumber kehidupan, sangat mengasihi manusia sebagai mahluk yang diciptakan menurut gambarNya dan berkenan mengaruniakan apa saja yang dikehendaki. Apakah kita mampu menjaga citra yang kudus itu? Kalau kita menjaga citraNya, menaati ketulusan sanubari, tentulah (otomatis) kita menuruti segala perintahNya dan melakukan yang berkenan kepadaNya!
Dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita. (1Yoh3:22-23).
Tinggal dalam Tuhan berarti melakukan kehendakNya dan membiarkan atau menyerahkan diri dikuasai olehNya. Allah yang maha pengasih dan maha tahu yang terbaik bagi ciptaanNya memberikan apa saja yang kita kehendaki sesuai kehendakNya.
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku." (Yoh15:5-8).
Santo Paulus yang terkenal sebagai penganiaya umat Allah pun dikasihi dan dipakai Allah untuk mewartakan sukacita Injil kepada bangsa-bangsa lain. Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus (Kis 9:31).




