
Bacaan I: Yes. 50:5-9a; Bacaan II: Yak. 2:14-18; Bacaan Injil: Mrk. 8:27-35.
IMAN PERSONAL
Injil hari ini (Mark 8:27-35) mengungkapkan "Siapakah Yesus itu". Berawal dari pertanyaan "siapakah Aku menurut kata orang?" (ayat 27), Yesus bertanya lagi : "Siapakah Aku menurut kamu ?" Mewakili para murid, Petrus menjawab : "Engkau adalah Mesias!" (ayat 28). Mesias berasal dari kata Ibrani "mashiah" artinya "Yang diurapi" dan menjadi "Kristos" / Kristus dalam bahasa Yunani. Mesias adalah Tokoh yang datang untuk membawa keselamatan. Dalam Kitab Daniel, Mesias digambarkan sebagai "seorang yang berpakaian kain lenan dan berikat pinggang emas dari ufas"(Dan. 10:5). Dalam Kitab Wahyu digambarkan sebagai "Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas" (Why 1:13). Namun gambaran Yesus berbeda : "Mesias menanggung banyak penderitaan, dibunuh dan bangkit sesudah 3 hari" (ayat 31). Ada 2 hal penting dari bacaan hari ini : Pertama : Yesus menuntut "iman personal". "Siapakah aku menurut kamu ?" (ayat 28). Yesus mengharapkan pandangan pribadi, bukan mengutip pendapat orang lain. Pengetahuan kita tentang Yesus bukan berdasarkan pandangan orang lain, melainkan pandangan kita sendiri. Kita boleh menguasai "Kristologi" (Ilmu tentang Kristus) tapi belum cukup kalau hanya berdasarkan pandangan orang lain ! Iman katolik kita tidak diukur dari seberapa jauh kita "mengetahui tentang Kristus" (knowing about Christ), melainkan seberapa jauh kita "mengenal Kristus" (knowing Christ). Kekatolikan kita diukur dari apa "ARTI Kristus bagi hidup kita". Perjumpaan atau penemuan pribadi dengan Kristus menunjukkan kualitas iman kita. Kedua : Ada 3 syarat menjadi pengikut Kristus, yaitu "menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Dia" (ayat 34). 1). “menyangkal diri” sama artinya dengan “melepaskan diri dari” atau “membebaskan diri dari”. Misalnya : saya membebaskan diri dari kebiasaan buruk dan mulai mengenakan keutamaan-keutamaan rohani. Jadi “menyangkal diri” artinya “mengatakan TIDAK kepada diri sendiri yang terbiasa dengan hal-hal buruk dan dan mengatakan YA kepada hukum Allah”. 2). “memikul salib” artinya menanggung pengorbanan. Kita harus mengorbankan waktu, tenaga dan materi untuk melayani sesama sebagai perwujudan kasih kepada Allah. Karena "iman tidak disertai perbuatan pada hakekatnya adalah mati" (Bacaan II, Yak 2:26). 3). "mengikut Yesus" artinya “meniru apa yang dilakukan Yesus dalam pikiran, kata-kata dan tindakanNya”. Jadi, kalau saya benar-benar mengakui Yesus sebagai Kristus atau Mesias, maka konsekuensinya saya harus berani mengikut Dia di jalanNya, yaitu di jalan penderitaanNya. Maka pertanyaan refleksi bagi kita : Siapakah Yesus menurut saya ? Dan apakah saya sudah menjadi pengikut Kristus sesuai keyakinan itu ? (YS)




