Rabu, 14 Agustus2013
Pw. St. Maximilianus MariaKolbe Ulangan 34:1-12;
Mazmur 66:1-3a,5,8,16-17;
Matius 18:15-20
TELADAN MAXIMILIANUS MARIA KOLBE
“Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.” (Matius 18:15)
Maximilianus Kolbe dikenal sebagai seorang yang saleh dan setia. Ia juga dikenal sebagai seroang penulis dan editor majalah. Ia ditangkap oleh Gestapo dan dipindahkan ke kamp konsentrasi Auswitz. Di kamp konsentrasi ini, Maximilianus diam-diam menjalankan tugasnya sebagai seorang imam bagi para tahanan di sana. Suatu hari seorang sersan bernama Gajowniczek dijatuhi hukuman mati. Sersan itu berteriak ketakutan, karena ia sudah beristri dan mempunya anak. Mendengar itu, Maximilianus minta agar ia boleh menggantikan sersan malang itu. Akhirnya Maximilianus tidak diberi makan dan minum. Akhirnya ia mati, karena disuntik dengan carbolic acid.
Teladan Maximilianus Kolbe yang rela berkorban demi keselamatan orang lain patut kita tiru. Pengorbanan kita bisa dalam bentuk yang sederhana. Misalnya : Mengalah untuk adik, rela berbagi dengan teman, dan lain-lain. Relakah teman-teman berkorban demi kebahagiaan dan keselamatan orang lain ? (RBS)
Doa (†) :
Bapa, ajar kami untuk rela berkorban demi kebahagiaan dan keselamatan sesama kami. Amin.




