Rabu, 5 Juni 2013
St. Bonifasius, Usk Mrt Tobit 3:1-11a,16-17a;
Mazmur 25:2-4a,4b-5ab,6-7bc, 8-9;
Markus 12:18-27
TELADAN IMAN SANTO BONIFASIUS
” Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.” (Markus 12:27a)
Santo Bonifasius lahir dari sebuah keluarga Katolik yang taat. Sejak kecil ia sering bertemu dengan para misionaris yang singgah di rumah mereka. Melalui para misionaris itu, ia mendengar banyak cerita tentang pengalaman mereka di seberang Laut Utara. Cerita-cerita itu membangkitkan keinginan Bonifasius untuk mengikuti jejak mereka. Karena itu, ia masuk biara di Nursling dan ditahbiskan menjadi imam. Lalu Bonifasius diutus ke Jerman. Atas permintaan Paus Gregorius II, ia kembali ke Roma untuk ditahbiskan menjadi Uskup pada tahun 722. Setelah itu, ia diutus Sri Paus kembali ke Jerman untuk melayani gereja di sana. Ia mendirikan banyak gereja dan biara. Ia juga mengadakan pembaharuan hidup rohani umat dan para imamnya. Pada tahun 754 bersama imam-imam yang menyertainya, Bonifasius dibunuh karena iman mereka. Kemudian jenazahnya dibawa ke Fulda. Bonifasius dikenal sebagai perintis pewartaan Injil di Jerman. Ia juga dihormati sebagai pelindung negeri Jerman.
Luar biasa telada iman Santo Bonifasius. Ia tidak takut mati untuk mewartakan Injil Tuhan. Beranikah teman-teman mewartakan Injil Tuhan seperti Santo Bonifasius ? (OC)
Doa (†) :




