Senin, 3 Juni 2013
St. Karolus Lwanga dkk Tobit 1:3;2:1a-8;
Mazmur 112:1-2,3-4,5-6;
Markus 12:1-12
HIDUP BENAR, SALEH, DAN BAIK
”Aku, Tobit menempuh jalan kebenaran dan kesalehan seumur hidupku dan banyak melakukan kebajikan kepada para saudara dan segenap bangsaku yang bersama dengan daku telah berangkat ke pembuangan, ke negeri Asyur ke kota Niniwe.” (Tobit 1:3)
Tobit adalah seorang Yahudi yang saleh. Ia hidup di Niniwe setelah pembuangan suku Israel ke Asyur pada tahun 721 SM. Tobit atau Tobias ini selalu berusaha keras menguburkan orang-orang Yahudi yang dibunuh oleh Sankherib. Karena perbuatannya itu, raja menyita semua hartanya. Ia juga dikirim ke pembuangan. Setelah Sankherib wafat, Tobit diijinkan kembali ke Niniwe. Ia tetap menguburkan orang mati yang terbunuh di jalan. Ia tidak takut terhadap orang-orang yang menentangnya.
Teman-teman, Tobit memberikan kita teladan hidup yang benar, saleh, dan baik. Ia tetap menjalankan apa yang dianggapnya baik dan benar. Ia tidak takut meskipun ia harus dihukum, bahkan dikirim ke pembuangan. Baginya yang penting melakukan kehendak Allah.
Beranikah kita seperti Tobit yang tetap setia melakukan hal-hal yang benar, saleh, dan baik di sepanjang hidup kita ? (HW)
Doa (†) :




