Selasa, 21 Mei 2013
St. Kristoforus Magallanes, Imdkk Martir
Sirakh 2:1-11;
HR St. Eugenius dari Mazenod, Usk
Mazmur 37:3-4,18-19,27-28;
Markus 9:30-37
PEMBAGIAN BERAS DI DESA PANGGA
“... Kata-Nya kepada mereka; Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.” (Markus 9:35)
Suatu hari di Desa Pangga ada pembagian beras gratis. Semua penduduk Desa Pangga ikut antri di situ. Tongga ikut dalam antrian panjang itu. Ia adalah seorang yang rendah hati dan selalu mengalah. Karena sifatnya itu, Tongga memilih untuk berdiri di baris paling belakang. Akhirnya semua orang telah mendapatkan beras mereka. Hanya tinggal Tongga yang belum. Sayangnya, beras gratis itu sudah habis. Tongga pulang dengan tangan kosong. Tiba di rumah, Tongga melihat banyak orang berkumpul di depan rumahnya. “Hai Tongga, ini kami ingin berbagi beras kami. Kamu telah membiarkan kami antri terlebih dahulu di depanmu. Beras ini sebagai rasa terima kasih kami kepadamu”, kata salah seorang dari mereka. Tongga senang sekali. Beras yang didapatnya bahkan jauh lebih banyak daripada yang didapat orang lain.
Yesus pun bersabda tentang hal yang sama dalam Injil Markus hari ini. Jika kita ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah menjadi yang terakhir. Kita tidak boleh menjadi orang yang serakah, tetapi jadilah orang yang mengasihi sesama. Dengan begitu, Tuhan akan membalas perbuatan baik kita itu. (Nat).
Doa (†) :
Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk tidak serakah, melainkan selalu mengutamakan kasih kepada orang lain. Amin.




