Minggu, 3 Februari 2013
Hari Minggu Biasa IV Yeremia 1:4-5,17-19;
Mazmur 71:1-2,3-4a,5-6ab;
1Korintus 12:31--13:13;
SOMBONG MEMBAWA CELAKA
“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.” (1Korintus 13:4)
Alkisah hiduplah seekor burung merak yang cantik di sebuah hutan. Karena sadar dirinya cantik, ia menjadi sombong. Ia sering menganggap dirinya yang tercantik. Tak jarang ia menghina dan mengejek kawan-kawannya. Suatu hari masuklah seekor pemburu ke dalam hutan. Melihat burung merak yang cantik itu, sang pemburu pun tergerak untuk menangkapnya. Segala perangkap dipasang oleh pemburu itu. Burung-burung lain yang bertengger di atas pohon melihat hal itu. Mereka memberitahukan kepada si burung merak agar berhati-hati. Namun sayang, karena rasa sombongnya, burung merak itu tidak mau mendengarkan nasehat teman-temannya. Ia malah mentertawakan dan menganggap mereka bodoh. Akhirnya, burung merak yang sombong itu terperosok masuk ke dalam perangkap. Ia berteriak dan menangis minta tolong. Tapi tidak ada seekor pun temannya yang mau menolongnya.
Teman-teman, jika saat ini masih ada rasa sombong di hati kita, marilah kita minta ampun kepada Yesus. Kita mohon agar Yesus menggantikan rasa sombong itu dengan kasih. Hanya kasih yang bisa membuat hidup kita lebih baik. (HW)
Doa (†) :
Tuhan Yesus, jika saat ini kami masih sombong, ampunilah kami. Berilah kami kasih-Mu, agar kami dapat mengasihi sesama. Amin.




