Minggu, 4 November 2012
Hari Minggu Biasa XXXI Ulangan 6:2-6;
Mazmur 18:2-3a,3bc-4,47,51ab;
Ibrani 7:23-28;
Markus 12:28b-34
PERINTAH UNTUK DIPERHATIKAN
“Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu." (Ulangan 6:5)
Ada seorang ahli Taurat yang bertanya kepada Yesus tentang hukum mana yang paling utama. Yesus pun menjawab: Hukum yang terutama adalah mengasihi Tuhan, Allah kita, dengan segenap hati kita, dan dengan segenap jiwa kita, dan dengan segenap akal budi kita, dan dengan segenap kekuatan kita. Sedangkan hukum yang kedua adalah mengasihi sesama kita seperti diri kita sendiri. Ahli Taurat itu setuju sekali dengan Yesus bahwa Allah itu Esa dan tidak ada yang lain, kecuali Dia. Lebih lanjut lagi, ahli Taurat itu mengatakan bahwa mengasihi Allah dan sesama jauh lebih utama daripada semua korban bakaran dan korban sembelihan. Yesus mendengar jawaban ahli Taurat yang bijaksana itu. Ia pun berkata kepadanya bahwa ia tidak jauh dari Kerajaan Allah. Sejak itu tidak ada seorang pun yang berani lagi menanyakan segala sesuatu kepada Yesus.
Teman-teman, hukum itu diciptakan oleh manusia untuk kepentingan dan ketertiban bersama. Allah juga menciptakan hukum, agar manusia bisa mencintai Allah dan sesamanya: menghormati, tidak mengejek, apalagi tidak mau mengampuni. Pertanyaannya sekarang: Mampukah kita melaksanakan perintah kasih itu dari hati yang tulus dan taat ? Dari kekuatan diri kita: Tidak! Dengan bantuan Tuhan: Bisa ! (RBS)
Doa (†) :




