Senin, 15 Oktober 2012
St. Teresia dari Avila Galatia 4:22-24,26-27,31--5:1;
Mazmur 113:1-2,3-4,5a,6-7;
Lukas 11:29-32
ST. TERESIA AVILA IKUT DERITA YESUS
”Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.” (Galatia 5:1)
Santa Teresia dari Avila dipanggil juga Santa Teresa Yesus. Ia lahir pada tanggal 28 Maret 1515 di Gotarrendura (Avila), Spanyol. Sejak kecil Santa Teresia bersama saudara-saudaranya telah dididik secara Kristiani. Ia kagum dengan kehidupan para santo. Pada umur 20 tahun Santa Teresia meninggalkan rumah ayahnya, dan masuk ke biara Inkarnasi Karmelit di luar Avila. Ia dikenal sebagai seorang biarawati Karmelit dan penulis Anti Reformasi. Santa Teresia Avila dikenal juga sebagai pembaharu Ordo Karmelit. Bersama Santo Yohanes Salib, mereka mendirikan Karmelit Ciaka. Semasa hidupnya, Santa Teresia Avila mengikuti penderitaan Yesus. Ia terkenal dengan motonya : “Bapa, biarkan aku menderita atau biarkan aku mati." Visi ini menjadi hasil karya Bernini paling terkenal Ekstasi St. Theresa di Santa Maria della Vittoria di Roma. Ia meninggal di Alba de Tormes, Salamanca, Spanyol, pada tanggal 4 Oktober 1582 saat berumur 67 tahun. Oleh Paus Paulus VI, Santa Teresia kemudian diberi gelar sebagai Doktor Gereja.
Teman-teman, St. Teresia Avila sudah mengajarkan kita untuk berani ikut menderita seperi Yesus. Mari kita teladani sikap dan iman St. Teresia Avila. (My)
Doa (†) :




