Sabtu, 22 September 2012
St. Ignatius dari Santhi; 1 Korintus 15:35-37, 42-49;
St. Yohanes Maria dari Salib Mazmur 56:10,11-12,13-14;
St. Yusuf Calasanz Marqus Lukas 8:4-15
HIDUP BARU SESUDAH YANG LAMA MATI
Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu. (1 Korintus 15:36)
Tahukah teman-teman kalau sebuah biji itu harus mati demi tumbuhnya sebuah tanaman ? Tanpa biji yang mati, tanaman tidak akan tumbuh dan berbuah.
Hal ini sama dengan gambaran kasih Yesus kepada manusia melalui sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya. Sebagai murid-murid Yesus, kita juga diminta untuk “mati” lalu tumbuh dan hidup kembali, bahkan menghasilkan buah-buah yang berlimpah. Maksudnya “mati” di sini adalah meninggalkan masa lalu kita, perbuatan-perbuatan kita yang tidak baik, dan lain-lain. Hanya dengan begitu, kita bisa bertumbuh di dalam Yesus. Setelah itu, barulah kita bisa menghasilkan buah-buah berkat bagi sesama dan kemuliaan Tuhan.
Semoga hidup kita yang baru bisa membawa semangat dan perubahan baru dalam hidup kita semua. (OC)
Doa (†) :
Tuhan Yesus, biarlah biji kami yang mati bisa menghasilkan buah-buah yang berkelimpahan di dalam-Mu. Amin.




