Sabtu,16 Juni 2012
Hati Tersuci SP Maria Yesaya 61:9-11;
1 Samuel 2:1,4-5,6-7,8abcd;
Lukas 2:41-52
TAAT KEPADA ORANG TUA
Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya. (Lukas 2:47)
Saat Yesus berumur dua belas tahun, orang tua-Nya mengajak-Nya ke Yerusalem. Hari itu hari raya Paskah. Saat itu Yesus terpisah dari orang tua-Nya. Setelah mencari kesana-kemari selama tiga hari, barulah mereka menemukan Yesus. Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama. Yesus mendengarkan dan bertanya-tanya kepada mereka. Semua orang heran akan jawaban Yesus yang cerdas. Setelah itu Yesus pulang bersama Bunda Maria dan Santo Yusuf ke Nazaret. Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Yesus pun bertambah besar dan bertambah besar hikmat-Nya. Ia semakin dikasihi Allah dan manusia.
Sikap Yesus sangat rendah hati. Ia tahu Ia adalah Anak Allah. Namun, ia tetap taat kepada orang tuanya di dunia. Karena itu, Ia semakin dikasihi oleh Allah dan manusia.
Teman-teman, mari teladani sikap Yesus. Tidak saja menyenangkan hati banyak orang, tetapi juga hati Allah Bapa. Bisa ’kan ? (kis)
Doa (†) :
Tuhan Yesus, terima kasih atas teladan sikap-Mu yang rendah hati. Kami mau mengikuti teladan-Mu itu. Amin.




