Selasa, 21 Februari 2012
St. Petrus Damianus Yakobus 4:1-10;
Mazmur 55:7-8, 9-10ª, 10b-11a, 23;
Markus 9:30-37;
TELADAN SANT0 PETRUS DAMIANUS
"…Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku." (Markus 9:37)
Setelah orang tuanya meninggal, Petrus dibesarkan oleh kakaknya. Namun, Petrus tidak merasa bahagia. Ia diperlakukan kejam di sana. Lalu Petrus pergi belajar di Parma. Di sana ia meraih pretasi yang luar biasa dalam semua mata pelajaran. Akhirnya ia ditahbiskan menjadi imam. Petrus bertekad untuk mengabdi Tuhan seutuhnya. Karena itu, ia meninggalkan segalanya dan bertapa di biara Fonte Avellana. Dia disenangi semua orang di biara itu, karena ia bijaksana, pintar, dan rendah hati. Akhirnya, ia diangkat sebagai pemimpin biara. Kemudian ia diangkat sebagai penasehat pribadi untuk tujuh orang Paus. Karena prestasinya itu, Petrus Damianus dipilih sebagai Uskup dan Kardinal di Ostia oleh Sri Paus Stephanus IX (1057-1058). Tetapi, jabatan itu diserahkannya kembali. Ia lebih suka hidup menyendiri di biara pertapaan di Fonte Avellana. Pada tahun 1072, Petrus Damianus meninggal dunia. Tulisan-tulisannya tentang iman sangat bermutu dan menjadi warisan Gereja yang bernilai tinggi. Petrus Damianus juga dihormati sebagai Pujangga Gereja.
Bagaimana dengan kita ? Sombong atau rendah hatikah kita dengan segala kelebihan dan talenta kita ? Mari kita belajar bersikap rendah hati seperti St. Petrus Damianus. (My)
Doa (†) :
Tuhan Yesus, berikan kami kerendahan hati seperti St. Petrus Daminaus. Amin.
Sumber: Renungan Harian ImagoDei Kids




