Murah Hati (25-2-13)
Senin, 25Februari 2013
Daniel 9:4b-10
Mazmur 79: 8,9,11,13
Lukas 6:36-38
“Hendaklah kamu murah hati, seperti Bapamu adalah murah hati”
(Lukas 6:36 )
KESEMPATANadalah suatu hal yang sangat berharga, banyak orang yang tidak bisa menikmati kesempatan untuk bekerja, hidup layak, bahkan berdoa. Semisal dalam kehidupanku, aku menemui orang yang mengidap virus HIV yang sulit sekali mendapatkan perlakuan yang layak dari orang-orang disekitarnya, dia dijauhkan, dikucilkan, tidak diberikan kesempatan bekerja dan bersosialisasi. Hanya segelintir orang yang “murah hati” untuk mengajak dia berbicara dan berinteraksi. Segelintir orang itu memberikan kesempatan bagi orang lain walaupun hanya sebuah perbincangan singkat. Murah hati dalam memberikan sesuatu tidak harus besar namun bermakna. Menganggap sesama kita yang sedang dalam kesusahan sebagai penganggu, pencemar, penular, pemalas adalah suatu bentuk menghakimi. Mengucilkan mereka adalah suatu bentuk penghukuman bagi mereka dan menunjukkan ketidakmampuan kita untuk secara murah hati memberikan kasih bagi mereka.
Marilah kita menyadari kesalahan kita saat menghakimi, menghukum, tidak mau mengampuni dan memberikan kemurahan hati kita sehingga kita bisa memperbaiki diri untuk boleh menjadi serupa dengan gambaran Allah.[EmK]
Maukah kita dihakimi, di hukum, tidak diampuni dan tidak diberikan kemurahan hati ?
DOA(†)
Tuhan, aku mau memberikan kemurahan hatiku untuk sesamaku yang membutuhkan dalam bentuk kasih yang nyata. Amin(†)




