SSabtu, 27 September2014
Pw S. Vinsensius a Paulo, Imam
Pengkhotbah 11:9 - 12:8
Mazmur 90:3-4,5-6,12-13,14,17
Lukas9:43b-45
“Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, atas kami, dan teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah itu.”
(Mazmur 90:17)
KITAsering melihat banyak orang yang diadili atas perbuatan mereka sendiri; pembunuhan, pencurian, korupsi, dsb. Namun kita juga melihat banyak orang diadili karena mereka menyuarakan kebenaran. Banyak sekali orang yang meninggal sebagai martir karena teguh pada iman mereka.Kita diingatkan lagi bahwa pada akhirnya kita akan diadili berdasarkan perbuatan kita. “..tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan!”(Pkh 11:9).Yesus yang selama hidupnya melakukan perbuatan baik dan mewartakan kebenaran juga akan diserahkan ke dalam tangan manusia untuk dihukum mati (Luk 9:44).
Jika kita melihat kedua perbandingan diatas, sepertinya semua perbuatan baik kita menjadi sia-sia karena akan ada saja pihak yang tidak suka ketika kita berbuat baik dan melakukan segala cara untuk menjatuhkan kita. Tetapi harus kita ingat bahwa dimata Tuhan tidak ada perbuatan baik yang sia-sia.Meski manusia melihat apa yang terlihat mata, namun Tuhan melihat hati yang tulus. Selain itu, kebahagiaan kekal yang akan kita dapatkan dari Tuhan juga melebihi dari segala kesenangan yang kita dapatkan di dunia. Penderitaan di dunia juga bersifat sementara dan tidak bisa dibandingkan dengan kehidupan kekal di surga bersama Bapa, selama-lamanya. [VJs]
Apakah kita masih malas untuk berbuat benar?
DOA(†)
Tuhan, berikanlah aku keteguhan hati untuk menghadapi segala rintangan yang menghalangi untuk berbuat baik. Amin(†)




