Selasa, 16 September 2014
S. Kornelius & S. Siprianus
1Korintus12:12-14,27-31a
Mazmur100:2,3,4,5
Lukas7:11-17
".. Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.”
(1 Korintus12:27)
ALLAHhadir selalu dimana saja dan kapan saja. Itulah pelajaran iman yang positif yang saya dapatkan semenjak saya masih kecil. Tetapi hanya orang yang rendah hati dan mempunyai kepekaan hati yang tajam, yang mampu untuk mengimani kehadiran dan karya Allah tersebut. Terkadang kepekaan hati yang tajam, kita dapatkan ketika kita merasa lemah, tak berdaya dan terutama ketika kita merasakan tidak mempunyai apa-apa di dunia ini. Hal ini dialami oleh seorang janda yang kehilangan harapan tunggal dalam hidupnya. Selama ini mungkin ia mengalami keadaan yang tidak mudah dalam membesarkan anaknya dan ketika harta satu-satunya meninggal, janda itu menjadi kosong dan sangat sedih. Dalam keadaan inilah, janda ini mempunyaipengalaman yang sangat berharga dengan Yesus. Ketika tabib-tabib, obat-obatan sudah tidak bisa diharapkan, tetapi ada satu Pribadi yang datang untuk membangkitkan anaknya. Bukankah ini merupakan pengalaman yang luar biasa?
Tuhan ingin mengajarkan kepada kita bahwa hanya Tuhanlah pengharapan kita satu-satunya dalam apapun kondisi kita, terlebih lagi ketika tidak ada satupun yang dapat diandalkan. Ketika kita membutuhkan karunia-karunia di kehidupan kita yang tersulit, Rasul Paulus mengajarkan kita untuk mencari karunia-karunia yang utama, sehingga Tuhan sendiri yang akan menuntun kita ke jalan yang lebih utama. [mhr]
Bagaimanakah pengalaman kita dengan Yesus?
DOA(†)
Tuhan, terima kasih untuk kehadiranMu dalam hidupku. Ajarkan aku untuk selalu peka dengan kehadiranMu. Amin(†)




