Sabtu, 30 Agustus 2014
1Korintus 1:26-31
Mazmur 33:12-13,18-19,20-21
Matius 25:14-30
“Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan. Dialah penolong kita dan perisai kita!”
(Mazmur 33:20)
INJIL hari ini mengingatkan saya akan pengalaman berkesan yang pernah saya alami. Saat sedang menuju kampus, saya melihat seorang nenek duduk dipinggir jalan dan membawa barang dagangannya: sebuah ROSARIO! Pemandangan tidak biasa itu saya jumpai hampir setiap hari. Karena penasaran, saya dan teman saya medekatinya. Kami pun berbincang-bincang. Rasa kasihan membawa kaki kami melangkah, mengantarnya pulang. Saya jadi tahu bahwa nenek itu hidup seorang diri, di usir dari kontrakan karena tak mampu membayar dan terpaksa harus hidup di rumah petak yang sempit dan kotor. Untuk bertahan hidup ia membuat rosario sederhana dan barang berbahan rajut. Bagaimana Ia bisa bertahan hidup seperti itu selama ini? Jawabannya sungguh luar biasa. Nenek itu hanya mengandalkan pertolongan Tuhan dalam hidupnya.
Pernyataan itu membuat saya tertampar. Seandainya saya berada diposisi itu mungkin saja saya akan marah pada Tuhan, mungkin saja saya akan protes, tetapi saya sadar bahwa melalui pengalaman ini, Tuhan ingin membuktikan kuasa dan pertolonganNya. Tuhan sang pemelihara dan penolong! Nenek itu telah membuktikan bahwa Ia bisa bertahan karena Ia meminta dan Tuhan menolongnya. “Sesungguhnya, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setiaNya.” (Mzm 33:18). Jangan pernah melangkah tanpa Tuhan. [Tiff]
Apakah aku masih meragukan pertolongan Tuhan dalam hidupku?
DOA(†)
Tuhan Yesus, aku ingin selalu mengandalkan pertolonganMu dalam kondisi apapun. Amin(†)




