Minggu, 10 Agustus 2014
Hari Raya SP Maria diangkat ke surga
Wahyu 11: 19a; 12 1,3-6a,10ab
Mazmur 45: 10bc, 11, 12ab
1 Korintus 15: 20-26
Lukas 1: 39-56
“Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”
(Lukas 1:45)
KETIKA seseorang ditanya apa yang paling diinginkan dalam hidup, umumnya mereka menjawab: hidup bahagia. Makna hidup bahagia bagi sebagian orang berbeda-beda. Ada yang bahagia bila punya banyak uang, punya kekuasaan, sukses dengan usahanya, dsb. Namun kebahagiaan yang seperti itu kalau diperhatikan sifatnya hanya sementara. Ketika dia mencapai keinginannya tanpa ada keseimbangan dalam hidup belum tentu dia menjadi bahagia seperti yang diharapkan. Sebenarnya bagaimana yah supaya hidup kita bahagia? Jawabannya ada di salah satu Injil hari ini. Kita akan bahagia apabila kita menjadi orang yang percaya kepada Yesus karena semua janjiNya kepada kita akan digenapi.
Bunda Maria memberikan contoh dan teladan yang baik untuk kita semua. Kita bisa belajar bagaimana ketaatan dan kepasrahannya terhadap semua rencana Allah dalam hidupnya. Mungkin kita sering mendengar tentang renungan ini. Maria yang masih sangat muda didatangi malaikat dan diberitakan akan mengandung seorang bayi yang akan menjadi Juruselamat dunia. Saya jadi merenung, andaikan saya yang ada di posisi tersebut, apakah saya juga akan taat dan pasrah seperti Maria? Jawaban apa yang biasanya kita berikan terhadap rencana Tuhan dalam hidup kita? [AW]
Apakah saya taat dan pasrah seperti Maria?
DOA(†)
Tuhan, bimbinglah saya menjadi murid yang taat dan percaya terhadap semua rencanaMu. Amin(†)




