Senin, 4 Agustus 2014
Pw. S. Yohanes Maria Vianney, Imam
Yeremia 28:1-17
Mazmur 119:29, 43, 79, 80, 95, 102
Matius 14:22-36
“Orang-orang fasik menantikan aku untuk membinasakan aku; tetapi aku hendak memperhatikan peringatan-peringatan-Mu.”
(Mazmur 119:95)
YOHANES Maria Vianney dilahirkan pada tanggal 8 Mei 1786 di Dardilly, Lyons, Perancis. Ia meninggal dunia pada tanggal 4 Agustus 1859. Orangtuanya Mathieu Vianney dan Marie Beluse, keduanya merupakan petani yang taat akan ajaran Katolik. Walaupun mereka bukan dari kalangan berada namun mereka sangat peduli dengan orang-orang miskin, dan ajaran tersebut melekat dalam kehidupan anak-anaknya termasuk Yohanes Maria Vianney. Suatu ketika dibuka sekolah imam oleh Abbe Balley di Ecully, dan dengan restu ayahnya, Johanes Maria Vianney masuk ke sekolah tersebut. Dalam menjalani studinya untuk menjadi seorang imam, ia mengalami kesulitan terutama dalam tata bahasa latin. Hal itu yang membuat ia sering “diolok-olok” oleh temannya dan sempat membuatnya tidak lulus Berkat keteguhan gurunya Abbe Balley dalam memberikan pengarahan, serta kegigihan dalam meyakinkan para penguji, untuk mengujinya sekali lagi, akhirnya Yohanes Maria Vianney pun lulus.
Di saat ketidaksempurnaan diuji oleh “olokan” atau hal apapun itu terkadang rasa letih ,marah dan putus asapun datang, namun Tuhan tidak akan tinggal diam, Ia akan menyempurnakan-Nya dengan keajaiban-Nya bisa melalui banyak hal diantaranya melalui orang yang terdekat atau mungkin orang yang tidak kita kenal. [W_6nd]
Sudahkah aku menerima ketidaksempurnaanku dan membiarkan Tuhan datang untuk menyempurnakannya?
DOA(†)
Tuhan biarkan setiap olokan ataupun saran yang datang membawaku pada kesempurnaan bersamaMu. Amin(†)




