Sabtu, 5 Juli 2014
Amsal 9:11-15
Mazmur 85:9, 11-12,13-14
Matius 9:14-17
“...jikalau engkau mencemooh, engkau sendirilah orang yang akan menanggungnya.”
(Amsal 9:12)
PADA awal bacaan Injil hari ini, dikisahkan bahwa murid-murid Yohanes bertanya kepada Tuhan Yesus mengapa mereka dan orang Farisi berpuasa sedangkan murid-murid Tuhan Yesus tidak. Pertanyaan murid-murid Yohanes bisa berarti mereka ingin tahu sebabnya tanpa ada maksud lain atau bisa juga ingin mencemooh Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya yang tidak berpuasa. Saya ingin bercerita sedikit, dulu pada saat masa Pra-Paskah, saya bisa melakukan pantang dengan tidak makan daging selama masa Pra-Paskah serta berpuasa. Saya merasa sudah menjalankan ibadat dengan baik sedangkan teman-teman saya menjalankan pantang secara sambil lalu, kadang malah tidak pantang sama sekali. Saya berpikir kalau pantang saja mereka ogah-ogahan apalagi puasa. Saya mencemooh dalam hati bahwa mereka bukanlah pengikut Tuhan yang baik.
Setelah makin dalam mengenal Tuhan Yesus, saya sadar bahwa bukanlah aturan dan adat istiadat yang dipentingkan oleh Tuhan Yesus melainkan kasih dan pengampunan. Saya tidak sepantasnya mencemooh teman-teman saya yang berpuasa dan berpantang lebih sedikit. Saya seharusnya merenungkan akan kasih Tuhan yang telah dicurahkan pada diri saya dan melatih diri untuk lebih mengasihi sesama saya secara tulus. Teman, kegiatan puasa dan pantang seharusnya membawa kita lebih dekat kepada Tuhan dan semakin menghadirkan Tuhan pada sesama kita. [RW]
Apakah saya sudah melakukan puasa dan pantang dengan benar?
DOA(†)
Tuhan, ajar kami untuk lebih mengutamakan Engkau dan juga kasih dalam melakukan pantang dan puasa. Amin(†)




