Senin, 31 Maret2014
Yesaya 65: 17–21
Mazmur 30: 2, 4, 5-6, 11-12a, 13b
Yohanes 4: 43–54
“Sebab Yesus sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri.”
(Yohanes 4: 44)
MATAHARI mulai terbangun dari tempat istirahatnya. Terdengar suara siulan burung menyapa mentari pagi. Aktivitas masyarakat Jakarta pun dimulai. Jalan-jalan raya mulai dipenuhi oleh kendaraan berlalu lalang.
Di suatu perkantoran sedang dilakukan rapat bulanan untuk mengevaluasi keadaan kantor tiap bulannya. Manajer sebagai pemimpin rapat memulai rapatnya. Tapi apa yang terjadi?? Saat rapat berlangsung, para karyawan yang mengikuti rapat ada saja yang berbicara sendiri, bermain dengan alat elektronik, atau ada yang sampai tertidur. Sedangkan saat sang manajer memimpin rapat diluar kantor, dia tak pernah mengalami hal serupa seperti ini.
Dapat kita lihat, manajer sebagai pemimpin rapat di kantornya sendiri kadang kali tidak dihormati oleh karyawannya. Di mana para karyawan sibuk dengan kegiatannya sendiri ketika sedang melakukan rapat. Hal ini serupa dengan kesaksian yang diberikan Yesus sendiri, bahwa seorang pemimpin tidak dihargai oleh negerinya sendiri. [DN]
Apakah kita sudah menghargai pemimpin kita?
DOA(†)
Ya Allah, ajarkan aku untuk menghormati sesamaku. Karena dengan demikian aku belajar untuk menghormati Engkau, Tuhan di hidupku. Amin (†)




