Minggu, 23 Maret 2014
HARI MINGGU PRAPASKAH III
Keluaran 17:3-7
Mazmur 95:1-2,6-7,8-9
Roma 5:1-2,5-8
Yohanes 4:5-42 (Yohanes 4:5-15,19b-26, 39a,40-42)
“Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya.”
(Yohanes 4:14)
PADA masa prapaskah, kita semua dihimbau untuk (1) melihat keberadaan kita saat ini, (2) merefleksikan perjalanan hidup kita, dan (3) mengevaluasikan kemana sebaiknya kita membawa arah hidup kita selanjutnya.
Terjadi percakapan singkat antara Yesus dengan perempuan Samaria. Percakapan ini menjadi sebuah Turning Point bagi perempuan itu, dan juga orang-orang Samaria lainnya. Mereka mulai mengarahkan hidup mereka menuju keselamatan saat mereka percaya dan menerima Yesus ke dalam hidupnya.
Alasan utama mengapa kita berbuat dosa adalah karena sering kali kita mendapati diri kita “haus”. Kita mencoba mengisi kehausan tersebut dengan sesuatu yang fana, bahkan terkadang dengan sesuatu yang merusak hidup. Kita harus sadari bahwa rasa haus ini memiliki makna yang lebih dalam: Kita perlu Tuhan.
Seperti kepada perempuan Samaria yang berdosa, Yesus juga ingin memberikan Air HidupNya kepada kita semua. Hanya Air Hidup ini yang dapat memuaskan rasa haus di hidup kita. Biarlah masa Prapaskah ini menjadi Turning Point bagi kita semua, untuk berjalan menuju keselamatan bersama Yesus di sisi kita. [OW]
Bagaimanakah relasi saya dengan Yesus pada saat ini?
DOA(†)
Tuhan, basuhlah hidupku ini dengan air hidup-Mu. Amin(†)




