Jumat, 14Maret2014
Yehezkiel 18:21-28
Mazmur 130:1-2,3-4ab, 4c-6,7-8
Matius 5:20–26
“ Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. “ (Matius 5:23-24)
TEMAN, saat saya membaca ayat di atas, saya teringat akan kejadian saat saya masih kecil maupun akhir- akhir ini. Saat saya kecil, ketika tanpa saya sadari telah membuat ayah saya marah dan ayah saya masih agak kesal walaupun saya telah meminta maaf dan berjanji untuk tidak mengulanginya, Rasanya masih saja belum tenang. Lalu saya membujuk ibu saya untuk meredakan amarah ayah saya. Biasa ibu saya hanya berkata, “Sudahlah, nanti ayah juga kembali seperti biasa lagi.“ Lalu saya pun mulai mencoba untuk berdamai dengan diri saya sendiri dan membawa kami semua ke dalam doa saya. Puji Tuhan, Allah sumber damai mendamaikan kami semua.
Saya juga teringat akan kejadian akhir- akhir ini di mana saat kita terburu- buru, kita akan lebih mudah terbawa emosi dan mudah terjadi konflik dengan sesama. Saya segera berdoa agar Tuhan mengubahkan dan mendamaikan kami. Saya pun dingatkan bahwa Tuhan ingin kita selalu dalam keadaan damai. Seperti dalam bacaan pertama hari ini bahwa setiap manusia bertanggung jawab atas dirinya. Jika belum, mari kita mulai berdamai. [eS]
Sudahkah kita menjadi pembawa damai?
DOA(†)
Tuhan, mampukanlah kami untuk menjadi pembawa damai-Mu. Amin(†)




