Kamis, 6 Maret 2014
Ulangan 30:15-20
Mazmur 1:1-2,3,4,6
Lukas 9:22-25
“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.”
(Lukas 9:23)
SALIB adalah suatu ilustrasi dalam kehidupan kita yang tidak mengenakkan. Bayangkan jika kita disuruh memikul atau menanggungnya, kita akan mengalami suatu penderitaan. Menyangkal diri berarti manusia harus menyangkal dosa yang ada dalam dirinya. Manusia terlahir dalam keadaan berdosa. Dan pada dasarnya semua manusia berdosa. Oleh karena itu jika manusia menyangkal diri artinya dia menyangkal dosa itu. Sulit untuk menyangkal dosa-dosa yang ada di dalam diri kita karena beberapa dosa bersifat adiktif, sekali melakukan, ingin untuk melakukan lagi. Ditambah lagi dosa juga kadang menawarkan kepuasan, pemenuhan kebutuhan atau solusi yang tampaknya indah, tetapi karena bukan merupakan jalan Tuhan, pada akhirnya akan mendatangkan penderitaan bagi manusia.
Kita tidak perlu kuatir akan tantangan-tantangan berat ini karena Tuhan siap membantu kita. Yang menjadi masalah adalah kadang kita lupa akan Tuhan, segala kesulitan dan beban-beban ingin ditanggung sendiri. Nah, bila kita berjalan bersama Tuhan dan mampu mengatasi segala beban, nama Tuhan akan semakin dipermuliakan. [RW]
Apakah ada kelegaan akan perintah “Pikul salib dan sangkal diri”?
DOA(†)
Tuhan, ajar aku untuk selalu menyertakan Engkau di dalam hidup-Ku, karena Engkaulah sumber kemenanganku. Amin(†)




