Minggu, 16 Februari 2014
HARI MINGGU BIASA VI
Sirakh 15:15-20
Mazmur 119:1-2,4-5,17-18,33-34
1 Korintus 2:6-10
Matius 5:17-37
”Jika kamu tidak melakukan kehendak Allah melebihi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.”
(Matius 5:20)
MENGAPA Yesus menyampaikan peringatan itu? karena Penghayatan para ahli Taurat dan orang Farisi hanya berhenti pada peraturan itu saja. Yesus sangat ingin melibatkan hati manusia. Para murid dituntut untuk mengerti maksud Allah dan yang hanya akan terwujud apabila para murid membersihkan hati mereka. Sering kita hanya terpaku pada gagasan menjalankan perintah dan menjauhi larangan. Hukum dipandang sebagai hukum saja dan terkadang kata keadilan pun digunakan sebagai “tameng”.
Yesus memberikan hukum baru yaitu hukum cinta kasih. Hanya dengan hati yang sabar, murni dan jujur dalam pergaulan sehari-hari kita dapat membangun persaudaraan yang penuh kasih. Dan percumalah jika kita mentaati segala peraturan jika hati kita tetap kotor dan terus menaruh amarah terhadap sesama. Jadi, pesan Yesus sangat jelas bahwa segala praktik keagamaan yang kita lakukan harus kita hayati sebagai saran untuk membantu mencairkan hati kita yang membatu. [AJH]
Apakah kita seperti ahli-ahli taurat yang hanya menjalani peraturan tanpa menggunakan hati?
DOA(†)
Ya Tuhan, bukalah hati kami supaya kami dapat mengikuti ajaran-ajaran-Mu dengan hati yang tulus.Amin(†)




